Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kabupaten Malang Maksimalkan Irigasi, Bentengi Alih Fungsi Lahan

Bayu Mulya Putra • Jumat, 12 Desember 2025 | 17:26 WIB
BERI APRESIASI: Menteri PU Doddy Hanggodo (belakang, empat dari kiri) foto bersama setelah meninjau Saluran Irigasi Molek di Kepanjen, November lalu.
BERI APRESIASI: Menteri PU Doddy Hanggodo (belakang, empat dari kiri) foto bersama setelah meninjau Saluran Irigasi Molek di Kepanjen, November lalu.

KABUPATEN - Rehabilitasi jaringan irigasi di Kabupaten Malang berjalan cukup lancar. Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Malang menggelontorkan dana hingga Rp 17,3 miliar. Itu untuk memaksimalkan pembenahan sistem irigasi hingga memaksimalkan produktivitas pertanian dan mengurangi risiko banjir.

Tak hanya irigasi lancar, pengawasan dan pemetaan titik irigasi juga dipermudah. Strategi implementasinya melalui aplikasi PUSDA ASIIK. Sebuah platform berbasis Geographic Information System atau WebGIS yang telah diluncurkan pada 29 Oktober lalu. Tahun ini, pengembangannya meliputi standarisasi data serta tampilan integrasi laporan hingga memungkinkan aplikasi memiliki fitur upload maupun unduh peta internal.

”Aplikasi itu juga dilengkapi unggah bulk layer standar SDA hingga ekspor layout PDF,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Malang Yudhi Hindharto. Terdapat juga portal open data dan Application Programming Interface (APl). Fitur itu turut didukung metadata, unduh SHP, GeoJSON, CSV, hingga dokumentasi APl untuk batas DI (daerah irigasi) dan aset non-sensitif.

TINGKATKAN FUNGSI: Saluran Irigasi Molek di Kepanjen jadi salah satu titik yang mendapat perhatian dari Dinas PU SDA Kabupaten Malang tahun ini.
TINGKATKAN FUNGSI: Saluran Irigasi Molek di Kepanjen jadi salah satu titik yang mendapat perhatian dari Dinas PU SDA Kabupaten Malang tahun ini.

Yudhi menambahkan, navigasi dan pencarian dalam aplikasi itu sangat cepat. Memungkinkan pengguna mencari nama DI, UPT (Unit Pelaksana Teknis), aset, geo-coder desa atau kelurahan, hingga filter kewenangan dalam waktu singkat. Sehingga pengguna dapat menggunakan aplikasi untuk analisis spasial, membuat rute, atau menganalisis kepadatan lokasi.

Selain itu, layanan rekomendasi teknis (rekomtek) alih fungsi lahan juga dijalankan PU SDA dengan penuh kehati-hatian. Mengutamakan prinsip perlindungan lahan pertanian dan pangan berkelanjutan (LP2B). Itu disajikan dengan capaian enam daerah irigasi.  Meliputi bendungan, pintu air, hingga bangunan dengan saluran primer dan sekunder. Ada juga revitalisasi komisi irigasi untuk mengawasi aliran irigasi.

”Kami juga fokus peningkatan pada himpunan petani pemakai air (HIPPA),” papar Yudhi. Bentuknya beragam. Mulai dari pemberdayaan, pendampingan, hingga pembinaan kelembagaan untuk mengelola irigasi. Program lain yang juga terus dikembangkan seperti susuk wangan untuk memastikan pasokan air lancar ke sawah hingga normalisasi saluran irigasi. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
#sda #Kabupaten Malang #plt #pusda