KABUPATEN - Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) telah membagikan 16 ribu laptop untuk siswa dan guru Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT). Sebanyak 100 laptop juga sudah diterima SRT 47 di area Balai Lingkungan Kerja (BLK) Singosari. Namun, barangnya belum sampai ke tangan murid dan guru karena masih proses install ulang.
”Total ada 25 unit untuk (pelajar) jenjang SD dan 75 unit untuk (pelajar) SMP,” ujar Kepala SRT 47 Warsito. Tiap murid bakal diberi satu laptop. Isinya sudah terintegrasi agar guru dan murid lebih mudah mengakses materi dari soal-soal yang disampaikan. Untuk laptop khusus guru, pihaknya masih menunggu pengiriman lagi dari pusat.
Warsito menjelaskan, mayoritas muridnya berasal dari keluarga miskin ekstrem. Beberapa di antaranya adalah pelajar yang drop-out. Karena itu, bantuan alat penunjang pendidikan seperti laptop sangat diperlukan. Apalagi saat ini skill di bidang digital dan visual sangat diperlukan.
SRT 47 di Kabupaten Malang baru saja dibuka pada bulan September lalu. Proses pembelajaran di sana cukup lancar. Hanya saja, para murid di SRT 47 perlu diberi literasi terkait etika bermedia sosial dan akses pembelajaran digital lain seperti desain grafis.
Sejak awal hingga saat ini, SRT 47 memang memiliki 100 murid. Mereka terbagi menjadi empat rombongan belajar (rombel). ”Satu rombel SD dan tiga rombel SMP,” lanjut Warsito.
Siswa yang diterima di SRT 47 Malang berasal dari kalangan keluarga pra-sejahtera. Mereka adalah anak-anak yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Hanya keluarga desil 1 dan desil 2 yang bisa masuk SRT 47 dengan tingkat kesejahteraan 1 sampai 20 persen. (aff/by)
Editor : A. Nugroho