MALANG KOTA - Selain BBM, permintaan LPG ukuran 3 kg atau LPG Melon diprediksi meningkat pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memprediksi, angka konsumsi bakal meningkat 3,4 persen. Persiapan menambah stok LPG mulai dilakukan.
Untuk diketahui, tahun ini Kabupaten Malang mendapat kuota LPG tahunan sebanyak 105,5 ribu metric ton (MT). Itu setara dengan 35,1 juta tabung gas LPG berukuran 3 kg. Sementara realisasi penyalurannya baru 33,3 juta tabung gas.
”Kini tersisa 1,7 juta tabung yang belum didistribusikan. Kami memaksimalkan distribusinya sesuai kuota dulu, tapi sudah ada LPG cadangan untuk berjaga-jaga,” papar Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi. Sebab, konsumsi normal harian LPG di area Jawa Timur sekitar 6.184 MT per hari.
Namun saat Nataru diperkirakan naik hingga 3,4 persen. Berdasar proyeksi nasional, lonjakan mobilitas dan transaksi bakal terjadi dalam tiga periode. Yaitu pada tanggal 24 sampai 25 Desember, 31 Desember sampai 1 Januari, dan 2 sampai 4 Januari.
Itu memicu Pertamina membentuk satuan tugas (satgas) Natal 2025 dan Tahun Baru sejak 13 November lalu untuk menjaga stabilitas stok LPG. Total di seluruh Jawa Timur ada 1.209 agen LPG yang siap mendistribusikan LPG. Berdasar data terakhir di bulan Juli, jumlah agen LPG di Kota Malang ada 21 agen. Alokasinya menyebar ke 781 pangkalan LPG.
Salah satu pemilik sub pangkalan LPG bernama Fitri di Kecamatan Wonosari mengaku stok gas melon masih aman. Setidaknya untuk satu bulan kemarin, dia tidak merasa kesulitan mencari stok LPG.
”Kalau mau Nataru memang seringnya mendadak langka, tapi semoga tahun ini aman,” harap dia.
Untuk harga gas LPG 3 kilogram, menurut Fitri masih cukup stabil. Rata-rata sub pangkalan menjual tabung gas 3 kg seharga Rp 21 ribu karena harus menanggung biaya transportasi. Meski harga eceran tertinggi (HET) tabung gas LPG Rp 18 ribu. (aff/by)
Editor : A. Nugroho