KEPANJEN - Proyek Inpres Jalan Daerah (IJD) Kepanjen-Pagak mendapat sorotan. Terutama di segmen Jalan Sumedang, Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen. Tepatnya setelah perlintasan sebidang di samping Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang.
Di sana ada proyek raising road atau peninggian jalan. Proyek itu pun menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sebab, dikhawatirkan berimbas pada luapan air ke rumah-rumah warga. Dari pengamatan Jawa Pos Radar Kanjuruhan kemarin (15/12), jalan yang tinggi tersebut terlihat setelah rel kereta api (KA) di samping Kejari. Terus ke selatan sampai depan Jembatan Krapyak, Desa Panggungrejo, Kepanjen.
Jaraknya kurang lebih 100 meter. Karena modelnya melandai ke selatan, ketinggiannya jelas berbeda. Di samping persis rel KA, ketinggiannya lebih dari 1,5 meter. Sekilas, tinggi jalan tersebut juga menyesuaikan permukaan baru Jembatan Krapyak di sisi timur jalan yang pada akhir November lalu rampung direhabilitasi.
Diketahui bahwa jembatan tersebut juga ditinggikan dari yang awalnya 1,05 meter menjadi 1,65 meter dari dasar sungai. Akibat peninggian tersebut, aktivitas masyarakat di sekitar lokasi pembangunan menjadi terganggu. Baik rumah tinggal maupun kegiatan niaga.
Seperti disampaikan Suwarto, 48, perajin pelat nomor di sana. Dia menyebut, sebelum mulainya proyek tersebut, dia berjualan di sisi timur jalan, persis di tepi sungai. ”Karena tinggi dan curam, saya harus pindah ke barat. Saya tidak kuat mendorong gerobaknya dan pelanggan jadi susah mengakses tempat saya,” kata dia.
Warto, sapaannya menambahkan, proyek peninggian jalan tersebut sudah berlangsung sejak lima hari lalu. Tepatnya pada 10 Desember lalu. Di tempat dia berjualan kini, ketinggian jalan mencapai 80 sentimeter. Tidak hanya dia yang terganggu, pedagang lain juga terdampak. ”Total ada lima pedagang termasuk saya jualan di sana (pinggir sungai). Tapi, empat lainnya tidak jualan karena jalan ditinggikan dan tidak ada lahan lain,” ujar pria asal Desa Ardirejo, Kepanjen tersebut.
Untuk diketahui, peninggian jalan itu dikerjakan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (B2PJN) Jawa Timur-Bali Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen-PU). Total perbaikan jalan dilakukan sepanjang 3,1 kilometer (selengkapnya baca grafis).
Mendengar adanya keluhan warga, kemarin sekitar pukul 10.00 Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang bersama pelaksana proyek meninjau lokasi. ”Ada 10 bangunan yang terdampak peninggian jalan. Nanti akan ada pelangsaman aspal (pemasangan aspal landai) untuk keluar masuk kendaraan warga,” kata Kepala DPUBM Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma.
Oong, sapaan akrabnya menyebut, peninggian elevasi jalan tersebut masuk dalam langkah pencegahan banjir. ”Area tersebut merupakan daerah cekungan yang sering terjadi genangan akibat luapan irigasi di Kelurahan Cepokomulyo dan Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen,” papar dia.
Dia menyebut, peninggian jalan dan Jembatan Krapyak itu berfungsi sebagai tanggul. Kalau jalan tidak dimodel landai ke selatan, banjir tetap akan terjadi. Itu ditambah dengan kondisi drainase yang kurang baik di sisi bangunan warga. ”Di sini banyak (drainase) yang ditutup. Solusi jangka pendeknya, pada bulan ini akan dibuatkan grill selokan dan normalisasi saluran,” ucap Oong.
Terkait normalisasi, selain pengerukan, dimensi selokannya juga akan diganti menggunakan u-ditch. ”U-Ditch diperdalam jadi 60 sampai 70 sentimeter, lebarnya satu meteran untuk tangkapan air. Itu akan dikerjakan awal tahun 2026,” imbuh Oong. Pengerjaan drainase itu akan dilakukan sampai Jembatan Krapyak. (biy/by)
Editor : A. Nugroho