Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Hendak Balik ke Pool, Sopir Bus Bagong Meninggal Jalan Raya Bugis, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis

Bayu Mulya Putra • Kamis, 18 Desember 2025 | 19:56 WIB
LANGSUNG DIEVAKUASI: Bus Bagong dengan nopol N 7347 UH berhenti mendadak di Jalan Raya Bugis, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis setelah kondisi kesehatan sopirnya memburuk.
LANGSUNG DIEVAKUASI: Bus Bagong dengan nopol N 7347 UH berhenti mendadak di Jalan Raya Bugis, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis setelah kondisi kesehatan sopirnya memburuk.

PAKIS - Jalan Raya Bugis, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis sempat macet kemarin siang (17/12). Itu terjadi karena sebuah Bus Bagong jurusan Surabaya-Malang tiba-tiba berhenti di tepi jalan. Setelah dicek, sopir bus tersebut didapati telah meninggal dunia.

 

Diketahui bahwa Bus Bagong dengan nomor polisi (nopol) N 7347 UH warna putih itu dikendarai Beni Nopriansyah, 43. warga Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang. Selanjutnya ada kondektur yang bernama Agus Yanto, 42, warga Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Kejadian nahas itu berlangsung sekitar pukul 12.00. Ketika bus bermesin Hino RK8 dan body Legacy dari Karoseri Laksana tersebut hendak pulang ke pool PO Bagong yang berada di Jalan Komodor Abdulrachman Saleh, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis. ”Sebenarnya sudah sejak dari Surabaya, Beni merasa tidak enak badan. Saya sempat kerok dia sebelum jalan ke Malang,” kata Agus ketika di lokasi kejadian.

Diketahui bahwa armada Bus Bagong yang dikemudikan Beni merupakan bus kelas AC tarif biasa pemberangkatan pertama dari Malang, sekitar pukul 04.44. Artinya, Beni dan Agus sempat beristirahat di Terminal Purabaya, Bungurasih sambil menunggu pemberangkatan berikutnya.

Akhirnya bus pun kembali ke pool sekitar pukul 11.45. Kondektur yang akrab disapa Badak itu menyebut kalau selama perjalanan, kondisi Beni semakin menurun. Sebelum tiba di lokasi, tepatnya dekat perempatan Saptorenggo-Bamban, laju bus menjadi tidak menentu. “”Habis itu bus menepi, dia langsung ambruk,” ucap dia.

Beni lantas tidak sadarkan diri. Posisinya tampak menunduk dengan mata tertutup di balik kursi kemudi. Karena panik, Agus menelepon rekan-rekannya di pool Pakis. Bersama dengan itu, dia juga menghubungi relawan ambulans dan kepolisian. Setelah setengah jam dilakukan pengecekan, dipastikan bahwa Beni telah meninggal dunia. Diduga kuat Beni meninggal karena serangan jantung.

Kabarnya, saat bus tiba-tiba berhenti, sebuah motor Honda Beat bernopol N 6711 YBM kaget dan sempat menabrak bagian belakang bus. Namun, saat Jawa Pos Radar Kanjuruhan tiba di lokasi, keberadaan motor berwarna hitam itu sudah tidak tampak. Informasi dari beberapa saksi di lapangan menyebut bahwa pengendara motor itu tidak mengalami luka. Kabar itu masih didalami kepolisian. ”Yang menangani Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Malang,” ujar Kapolsek Pakis AKP Suyanto ketika dikonfirmasi. (biy/by)

Editor : A. Nugroho
#bus bagong #serangan jantung #Kabupaten Malang #Gakkum