BULULAWANG - Angka pernikahan dini di Kabupaten Malang coba ditekan. Salah satunya dilakukan lewat sosialisasi kepada sejumlah kepala sekolah (kasek) di aula SMP An-Nur Bululawang, kemarin (18/12). Bupati Malang H M. Sanusi menyebut, pernikahan dini harus ditekan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Sebab, anak-anak yang menikah dini, mayoritas sulit untuk melanjutkan sekolahnya. ”Waktu saya menjabat sebagai Plt Bupati tahun 2018, ada 2.300 anak yang mengajukan permohonan pernikahan. Itu rata-rata usia SD sampai SMP. Tahun ini sudah jauh menurun menjadi 200 anak,” ucap dia, kemarin.
Mayoritas anak-anak tersebut mengajukan pernikahan karena hamil di luar nikah. Oleh karena itu, untuk mencegah peningkatan kasus serupa, pihaknya akan menguatkan pendidikan di Kabupaten Malang. Supaya anak-anak memahami, bahwa hamil pada usia yang terlalu muda juga berbahaya.
Sebagai informasi, risiko kehamilan bagi remaja memang besar. Sebab, ukuran panggul perempuan pada usia remaja belum mencapai 10 sentimeter. Sementara, diameter kepala bayi ketika dilahirkan mencapai 9,6 sampai 9,8 sentimeter. Beranjak dari itu, sangat berisiko ketika proses melahirkan.
Lebih lanjut, Sanusi menyebut, pada fase remaja, anak-anak memang memerlukan pendampingan dan pengawasan. Jika tidak dilakukan dengan tepat, dapat menimbulkan permasalahan sosial. Mulai dari kenakalan remaja, pergaulan bebas, penyalahgunaan media digital, hingga pernikahan dini.
”Kenakalan remaja tidak hanya berdampak pada masa depan pendidikan anak. Namun juga berpengaruh terhadap kesehatan, psikologis, serta kualitas sumber daya manusia di masa mendatang,” papar dia.
Sanusi berharap, kegiatan tersebut mampu meningkatkan kepedulian tentang pentingnya melindungi anak-anak dari perilaku menyimpang dan keputusan hidup yang diambil terlalu dini tanpa kesiapan yang matang. ”Terutama kepala sekolah yang memiliki posisi strategis sebagai pemimpin dan teladan bagi siswa-siswinya,” imbuhnya.
Dia menegaskan, sekolah harus menjadi ruang yang mampu membimbing dan melindungi anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Pihaknya juga berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Baik lembaga pendidikan swasta maupun negeri. (yun/by)
Editor : A. Nugroho