KEPANJEN - Potensi perikanan di Kabupaten Malang masih sangat besar. Selain perikanan tangkap laut, juga ada perikanan budi daya yang memerlukan pengembangan. Oleh karena itu, meskipun ada efisiensi anggaran pada tahun depan, Dinas Perikanan Kabupaten Malang tetap mengalokasikan dana untuk pengembangan budi daya ikan. Khususnya ikan nila.
”Tahun depan kami alokasikan Rp 750 juta dari DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau),” ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk pengembangan budi daya nila dengan beberapa sistem. Yakni lima paket sistem bioflok, satu paket sistem Recirculating Aquaculture System (RAS), dan satu paket sistem air deras.
”Nanti kami kembangkan di tujuh lokasi. Awal Januari tahun depan akan kami lakukan identifikasi calon lokasi dan penerimanya,” imbuh dia. Sementara itu, tahun ini pihaknya sudah mengembangkan budi daya serupa di 15 lokasi.
Dia menjelaskan, budi daya nila tahun 2025 dikembangkan di lokasi yang baru dan yang sudah ada. Enam kampung budi daya yang sudah ada yakni Desa Pandanajeng, Sukoanyar, Sananrejo, Bangelan, dan Sumberngepoh, dan Mulyoarjo. Pengembangan dilakukan dengan perluasan kolam.
”Sementara kampung budi daya nila rintisan ada di Sumberdem, Maguan, Sumberporong, dan Balearjo,” kata dia. Selain itu juga ada pengembangan daerah bendungan dengan model budi daya nila sistem bioflok di lima desa. Yakni Sukowilangun, Jambuwer, Jatiguwi, Sitiarjo, dan Sumberpucung.
Jika sudah berkembang, hasil produksi ikan tersebut tidak hanya dijual dalam bentuk segar. Ada juga yang menjualnya sebagai ikan tepung jika kondisinya tidak terlalu bagus. Sehingga, meski produksinya besar, ikan tetap laku di pasar. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat pembudidaya ikan.
Tren konsumsi ikan di masyarakat juga diharapkan meningkat. Selain harganya yang terjangkau, gizinya pun dibutuhkan untuk pertumbuhan manusia. Utamanya untuk pencegahan stunting pada balita. Oleh karena itu, banyak pembudidaya yang bekerja sama dengan posyandu di sekitar lingkungannya untuk pemasaran ikan. (yun/by)
Editor : A. Nugroho