Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ancaman Bencana Hidrometeorologi Masih Mengintai, BPBD Kabupaten Malang Waspadai Tiga Bencana pada Libur Nataru

A. Nugroho • Minggu, 21 Desember 2025 | 19:06 WIB
TETAP WASPADA: Salah satu personel BPBD Kabupaten Malang melakukan penanganan terhadap bencana pohon tumbang di Desa Srigading, Kecamatan Lawang, akhir November lalu.
TETAP WASPADA: Salah satu personel BPBD Kabupaten Malang melakukan penanganan terhadap bencana pohon tumbang di Desa Srigading, Kecamatan Lawang, akhir November lalu.

 

KEPANJEN – Momen libur Natal dan Tahun Baru (nataru) bukan waktu bersantai bagi personel BPBD Kabupaten Malang. Pasalnya, ancaman bencana hidrometeorologi masih mengintai. Untuk mempercepat penanganan, bakal ada personel yang ditempatkan di Pos Pelayanan (Posyan) dan Pos Pantau dalam beberapa hari ke depan.

 

Sekadar informasi, pada Desember tahun lalu, tercatat ada 30 bencana yang terekap BPBD. Semuanya tergolong hidrometeorologi. Terdiri dari lima angin kencang, dua banjir, enam pohon tumbang dan 17 kali tanah longsor. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Malang Purwoto mengatakan, tahun ini peringatannya tidak berubah.

 

”Yang kami waspadai banjir, pohon tumbang, dan tanah longsor,” terang dia. Meski demikian, bencana lain seperti gempa dan meletusnya gunung juga tetap dipantau meskipun aktivitasnya masih landai. Purwoto mengatakan bahwa siaga libur Nataru kali ini bersamaan dengan masa tanggap darurat bencana. Masa tersebut berlaku sejak 1 November hingga 31 Maret 2025.

 

BPBD juga telah menyiapkan empat posko bencana. Berada di Kecamatan Ngantang, Tirtoyudo, Singosari, dan Tumpang. Personil BPBD juga tergabung dalam waktu siaga libur Nataru bersama dengan Polres Malang, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), dan instansi lain. "Kami juga menempatkan tiga personel kami di Pospam, Posyan dan Pos Pantau yang bersama dengan kepolisian. Nanti akan jaga bergiliran," kata Purwoto.

 

Pos-pos tersebut berada di Posyan terpadu di Karanglo (Kecamatan Singosari) dan di Poncokusumo. Lalu, Pos Pam di Karangploso, Lawang, Jalibar Kepanjen, dan Jalur Lintas Selatan (JLS) Bantur. Semuanya bekerja berdasarkan koordinasi. Selain pos-pos tersebut, ratusan relawan dan anggota desa tangguh bencana (destana) juga disiagakan. ”Personelnya dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) ada 114 orang, Destana ada 300 personel, juga ada 8 orang siaga di pos pusat di Mako BPBD Kepanjen,” tandas Purwoto. (biy/oleh)

Editor : A. Nugroho