KEPANJEN - Pemkab Malang tidak akan menggelar perayaan malam tahun baru secara meriah. Momentum itu akan dimanfaatkan untuk refleksi kabar-kabar duka yang terjadi di Indonesia. Rencananya, bakal ada kegiatan berdoa bersama di Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen.
”Doa tersebut untuk saudara-saudara yang menjadi korban bencana di Pulau Sumatera,” kata Bupati Malang H M. Sanusi. Berdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban bencana di Pulau Sumatera mencapai 1.253 orang. Dengan rincian, 1.053 orang meninggal dan 200 orang dinyatakan hilang. ”Kami turut prihatin atas kejadian tersebut. Oleh karena itu, kami akan menggelar doa bersama. Semoga di Kabupaten Malang agar terhindar dari bencana tersebut,” papar Sanusi.
Selain korban bencana, doa bersama tersebut juga ditujukan untuk 135 korban jiwa tragedi Kanjuruhan. Dia juga menyebut, acara tersebut rencananya akan berlangsung pada 31 Desember 2025 malam. Pemkab Pegawai yang menjadi anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) disarankan untuk ikut dalam kegiatan itu.
”Konvoi juga mungkin tidak ada, tergantung ketentuan kapolres,” imbuhnya. Larangan konvoi tersebut disampaikan karena dapat berbahaya bagi pengendara dan pengguna jalan lainnya. Sanusi menyebut bahwa larangan tersebut tidak dikeluarkan dalam Surat Edaran (SE).
Sebab, ketentuan tersebut untuk internal pemkab. Sementara masyarakat tetap bebas menghabiskan malam tahun barunya. Asalkan tidak mengganggu percakapan umum. Biasanya, tempat wisata akan menggelar acara perayaan malam tahun baru. Itu dilakukan juga sebagai upaya promosi dari pelaku wisata untuk meningkatkan kunjungannya. Dengan kunjungan wisata yang meningkat, diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). (yun/oleh)
Editor : A. Nugroho