SINGOSARI – Arus kendaraan di Jalan Tol Pandaan–Malang diperkirakan meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). PT Jasamarga Tol Pandaan–Malang memprediksi volume lalu lintas akan naik lebih dari 12 persen dibandingkan hari normal.
Humas PT Jasamarga Tol Pandaan–Malang Iis Ismayadi menjelaskan, masa siaga Nataru berlangsung mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 atau selama 18 hari. Di wilayah Kabupaten Malang, terdapat tiga gerbang tol yang melayani arus lalu lintas, yakni Gerbang Tol Lawang, Singosari (Karanglo), dan Pakis.
Selama periode tersebut, Jasamarga memprediksi terjadi peningkatan signifikan kendaraan yang masuk ke wilayah Malang dari luar daerah. ”Volume lalu lintas yang memasuki Malang diperkirakan mencapai 609.750 kendaraan. Angka itu naik sekitar 12,95 persen dibandingkan kondisi normal yang berada di kisaran 539.823 kendaraan,” terang Iis.
Sementara itu, kendaraan yang keluar dari Malang juga diprediksi mengalami peningkatan. Selama masa Nataru, arus keluar diperkirakan mencapai 594.604 kendaraan atau naik sekitar 12,35 persen dibandingkan kondisi normal sebanyak 529.234 kendaraan.
Iis menambahkan, selama ini arus lalu lintas kendaraan masih bertumpu di Gerbang Tol Karanglo. Akses tersebut menjadi pintu utama sekaligus jalur tercepat bagi pengguna jalan yang menuju Kota Batu dan sekitarnya. Kondisi serupa diprediksi masih terjadi pada libur Nataru tahun ini.
”Kami perkirakan puncak kepadatan terjadi pada 20, 28, dan 29 Desember 2025, serta 1 Januari 2026. Tanggal 20 Desember menjadi puncak arus mudik, sedangkan 1 Januari diperkirakan sebagai puncak arus balik,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Jasamarga memastikan kesiapan operasional jalan tol. Mulai dari pengecekan keandalan struktur jalan, hingga peningkatan aspek keamanan dan keselamatan lalu lintas, terutama di titik-titik rawan kecelakaan atau black spot.
Selain itu, antisipasi terhadap cuaca ekstrem juga disiapkan. ”Saat ini cuaca tidak menentu dengan potensi hujan lebat, genangan, hingga longsor. Kami sudah menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi kondisi tersebut,” pungkas Iis. (biy/adn)
Editor : A. Nugroho