KEPANJEN - Jumlah perputaran uang saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) diprediksi bakal meningkat drastis. Meningkatnya jumlah wisatawan, baik lokal dan mancanegara, jadi penyebab utamanya.
Seperti diberitakan, pada libur Nataru tahun ini, pemkab memprediksi bakal ada 379 ribu wisatawan yang datang ke sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Malang.
Dengan rincian, 378.000 wisatawan domestik dan 1.800 wisatawan mancanegara. ”Wisatawan mancanegara kami perkirakan bisa menghabiskan sekitar Rp 500 ribu per orang. Sedangkan wisatawan lokal sekitar Rp 200 ribu per orang,” ucap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang, kemarin (23/12).
Dari estimasi itu, angka perputaran uang selama libur Nataru diprediksi bisa mencapai sekitar Rp 76,5 miliar. ”Jumlah pastinya kami belum menghitung. Karena rata-rata (wisatawan domestik) stay hanya dua hari semalam di Kabupaten Malang dengan tujuan biasanya ke Coban Sewu dan Gunung Bromo,” imbuh Mando, sapaan karibnya.
Sementara untuk wisatawan mancanegara, umumnya singgah sekitar tujuh hari. Selain di destinasi wisata, estimasi perputaran uang tersebut juga berasal dari sektor lain. Misalnya sektor perhotelan untuk akomodasi, kuliner untuk konsumsi, hingga transportasi.
Oleh karena itu, momentum libur Nataru diharapkan dapat terus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meski Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sudah memenuhi target pajak daerah.
Utamanya Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) jasa perhotelan, PBJT makanan dan atau minuman, serta PBJT jasa kesenian dan hiburan.
”Tiga pajak tersebut sudah mencapai target 100 persen,” kata Kepala Bapenda Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara. PBJT jasa perhotelan sudah terealisasi Rp 8,2 miliar dari target Rp 8,2 miliar, sehingga capaiannya 100 persen. Jumlah tersebut diharapkan terus bertambah. Apalagi, saat libur Nataru, biasanya hotel akan mengadakan event untuk menarik pengunjung.
Kemudian, PBJT jasa makanan dan/atau minuman terealisasi Rp 22,7 miliar dari target Rp 18,7 miliar, sehingga tercapai 121 persen. Sedangkan PBJT jasa kesenian dan hiburan terealisasi Rp 8,7 miliar dari target Rp 8,0 miliar atau tercapai 109 persen. ”Perolehan pajak selama Nataru baru bisa diketahui saat Januari 2026 mendatang,” imbuhnya.
Di tempat lain, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Malang Teguh Hadi Saputro menyampaikan, pihaknya akan memaksimalkan pengawasan kepada hotel dan restoran yang menjadi anggota. Tujuannya supaya mereka taat membayar pajak.
”Kami juga melakukan pendampingan, baik kepada anggota PHRI maupun yang belum menjadi anggota,” kata Teguh yang juga General Manager (GM) Hotel Kapal Garden by UMM, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau itu.
Selain itu, pihaknya juga siap berperan untuk meningkatkan pariwisata di Kabupaten Malang. Utamanya dalam memanfaatkan momentum Nataru. Di antaranya melalui peningkatan pelayanan dan promosi pariwisata.
Selain itu, sinergi dengan pemkab juga diperkuat. Dia menyebut, saat ini anggota PHRI masih sekitar 50 hotel dan restoran. Dari jumlah tersebut, masih banyak yang belum terdaftar sebagai anggota. Oleh karena itu, pihaknya akan mulai menguatkan keanggotaan. (yun/by)
Editor : A. Nugroho