Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Truk Tebu Terguling di Jalibar Kepanjen Kabupaten Malang, Sopir Terluka

Bayu Mulya Putra • Kamis, 25 Desember 2025 | 19:00 WIB
TAK KUAT NANJAK: Truk muatan tebu bernopol N 8660 UB terguling di Jalibar Kepanjen, Selasa sore (23/12). Proses evakuasi memakan waktu hingga tiga jam.
TAK KUAT NANJAK: Truk muatan tebu bernopol N 8660 UB terguling di Jalibar Kepanjen, Selasa sore (23/12). Proses evakuasi memakan waktu hingga tiga jam.

KEPANJEN – Kemacetan sempat terjadi di Jalibar Kepanjen sisi utara dekat jembatan Sungai Metro pada Selasa malam (23/12). Itu terjadi setelah ada truk pengangkut tebu yang terguling dan menutupi jalan. Sopir truk bernopol N 8660 UB tersebut dikabarkan terluka akibat kecelakaan tersebut.

Kasat Lantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska menyebut, truk tersebut dikemudikan Sutono Erianto, 54, warga Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare. ”Dia berjalan dari arah barat ke timur, dan celaka sekitar pukul 17.20,” kata dia. Sopir tersebut hendak mengirim tebu dari Kalipare ke PG Kebonagung di Pakisaji.

Itu diperkuat dengan ditemukannya surat tebangan tebu di dalam kabin.

Chelvin menyebut bahwa kecelakaan tersebut diduga terjadi karena sopir truk tidak menguasai medan jalan. Terutama, di tanjakan setelah jembatan Sungai Metro yang juga berliku. ”Saat di tanjakan itu, mesinnya mati dan kendaraannya mundur, kemudian oleng ke kiri sampai terguling,” imbuh dia.

Setelah terguling, truk terus mundur karena muatannya yang cukup banyak, sekitar 20 ton. Truk baru benar-benar terhenti setelah bagian bak truknya menabrak pohon Jolali di median jalan. Pohon itu juga tumbang setelah ditabrak.

Semua muatan truk itu pun tumpah ke sisi kiri jalan. Sopir truk itu sempat dibawa warga ke Puskesmas Kepanjen. Chelvin pun membenarkan hal tersebut. ”Yang bersangkutan mengalami luka robek di kepalanya, juga lecet di bahu kanannya,” ujar dia.

Itu juga diperkuat dengan adanya bercak darah di dekat kabin sisi kanan, tepat di posisi sopir. Evakuasi truk itu pun berjalan cukup lama. Sekitar pukul 21.00, atau tiga jam setelah kecelakaan, truk warna merah itu baru bisa dievakuasi. (biy/by)

Editor : A. Nugroho
#Polres Malang #KEPANJEN #truk terguling #laka