KEPANJEN – Berkunjung ke Gunung Bromo lewat Kabupaten Malang masih menjadi sorotan. Itu setelah ada beberapa kecelakaan di lintas Bromo dari Gubugklakah sampai gerbang Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo.
Satlantas Polres Malang pun menyarankan agar kendaraan pribadi wisatawan, terutama yang berjenis matic diparkir di Pos Pelayanan (Posyan) Gubugklakah. Selanjutnya memanfaatkan mobil jip di sana.
Kasat Lantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska mengatakan, Posyan itu bakal dibuka selama Operasi Lilin Semeru. Dimulai pada 20 Desember 2025 sampai 2 Januari 2026 mendatang. Posyan itu sengaja didirikan di dalam Rest Area Gubugklakah.
”Kami selalu memberikan pemahaman imbauan langsung kepada pengemudi jip dan wisatawan. Sebab, jalur menuju Bromo memiliki tingkat risiko tinggi,” kata dia. Chelvin mengakui, arus kendaraan, terutama yang menggunakan jip kian hari kian ramai.
Tiap dini hari jelang matahari terbit, ada lebih dari 200 kendaraan yang masuk lewat Jemplang.Jumlah itu masih bisa bertambah hingga awal tahun 2026. Polisi memastikan bahwa imbauan yang disampaikan kepada wisatawan tidak bersifat memaksa.
”Kalau tidak berkenan boleh meneruskan perjalanan. Tapi, harus isi absen terkait nama, alamat wisatawan, dan nopol kendaraan yang mereka bawa,” tambah Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Malang Ipda Umar Kiswoyo.
Dia memastikan banyak mobil jip yang stand by di sekitar posyan. Kepolisian menjamin bahwa banyak armada yang sudah laik jalan dan telah melalui ramcek. Totalnya, ada 444 jip yang sudah dicek kelayakannya.
Meski begitu, Umar mengakui bahwa masih ada jip yang belum menjalani ramcek dan tetap beroperasi membawa penumpang ke Bromo. Tidak ada sanksi yang diberikan, pengemudinya hanya diminta membuat surat pernyataan. ”Membuat surat pernyataan bahwa siap untuk ramcek dan ikut asuransi,” ujar dia. (biy/by)
Editor : A. Nugroho