Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Konflik Pengelolaan SMK Turen Kabupaten Malang Berujung Kericuhan

Aditya Novrian • Rabu, 31 Desember 2025 | 18:24 WIB
RICUH: Sejumlah orang terekam kamera CCTV memasuki lingkungan SMK Turen pada Minggu dini hari (28/12).
RICUH: Sejumlah orang terekam kamera CCTV memasuki lingkungan SMK Turen pada Minggu dini hari (28/12).

TUREN – Situasi di SMK Turen memanas. Sengketa kepengurusan yayasan yang telah berlangsung lama berujung aksi kekerasan. Sekelompok orang yang diduga preman menggeruduk sekolah kejuruan swasta yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Turen, Kecamatan Turen, Minggu dini hari (28/12).

Diketahui, SMK atau STM Turen saat ini berada dalam konflik kepengurusan antara dua yayasan. Yakni Yayasan Pendidikan Teknologi Waskito Turen (YPTWT) dan Yayasan Pendidikan Teknologi Turen (YPPT). Sengketa tersebut disebut telah berlangsung puluhan tahun dan belum menemukan titik temu hingga kini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, YPPT merupakan yayasan yang berdiri sejak 1978. Namun, pada 1984 terjadi konflik internal yang berlarut-larut. Perseteruan itu terus berlanjut hingga akhirnya pada 2014 muncul YPTWT yang kemudian disebut-sebut mengelola serta menguasai aset SMK Turen.

Ketua Yayasan YPTWT Budi Winarto menegaskan bahwa pihaknya selama ini menjalankan aktivitas pendidikan secara sah. Ia menyebut, kepengurusan dari pihak lawan kembali dibentuk pada 2025 tanpa memiliki izin operasional sekolah.

”Pada intinya, dari dulu memang ada dua kepengurusan. Tahun 2025 pihak lawan itu membuat kepengurusan baru, tetapi tidak memiliki izin operasional dan kegiatannya tidak pernah ada,” ujar Budi.

Ketegangan memuncak pada Minggu (28/12) sekitar pukul 01.50. Dalam rekaman CCTV yang diperoleh Jawa Pos Radar Kanjuruhan, terlihat sekitar 10 hingga 20 orang datang secara bergerombol menggunakan sebuah truk dan sepeda motor. Bagian bak truk sengaja ditabrakkan ke pagar sekolah hingga roboh, sebelum mereka berusaha masuk ke area sekolah.

Aksi tersebut sempat dihadang oleh petugas keamanan dan karyawan sekolah yang masih berada di lokasi. Namun, bentrokan tak terhindarkan. Budi menduga, aksi itu dipimpin oleh seorang oknum yang mengaku sebagai pengacara, dengan membawa rombongan orang lain. ”Kami menduga itu rekrutan dari pihak lawan, mereka membawa gerombolan preman dari wilayah Kecamatan Dampit,” klaimnya.

Akibat kejadian tersebut, dua satpam bernama Basori dan Ribut mengalami luka akibat dugaan penganiayaan saat berusaha menghalau massa. Pihak YPTWT langsung melaporkan peristiwa itu ke Satreskrim Polres Malang pada hari yang sama.

Kasatreskrim Polres Malang AKP Muchammad Nur membenarkan adanya laporan dugaan aksi premanisme tersebut. Menurutnya, peristiwa itu berkaitan erat dengan sengketa kepengurusan yayasan SMK Turen. ”Yang saya ketahui, perkara ini juga berkaitan dengan laporan lain yang masuk ke Polda Jawa Timur,” ujarnya.

Laporan ke Polda Jatim dilayangkan oleh pihak YPPT dengan pelapor Hadi Suwarno Putro pada 22 Agustus 2024. Laporan tersebut terkait dugaan pemalsuan dokumen akta pendirian yayasan pada 2014. ”Kami akan segera memanggil pihak-pihak yang bersengketa serta saksi-saksi kejadian,” tegas Nur.

Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Hadi Suwarno Putro kemarin siang (30/12). Namun, Ketua YPPT itu belum memberikan keterangan. ”Saya masih rapat di kecamatan,” ujarnya singkat saat dihubungi. (biy/adn)

Editor : A. Nugroho
#Polres Malang #sengketa #Kabupaten Malang #aksi kekerasan