Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemerintah Kabupaten Malang Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana Banjir di Aceh dan Sumatera

Galih R Prasetyo • Jumat, 2 Januari 2026 | 10:39 WIB
TANPA EUFORIA: Anggota Korps Pegawai Republik Indonesia Kabupaten Malang melakukan doa bersama di Pendapa Panji, Kecamatan Kepanjen, 31 Desember lalu.
TANPA EUFORIA: Anggota Korps Pegawai Republik Indonesia Kabupaten Malang melakukan doa bersama di Pendapa Panji, Kecamatan Kepanjen, 31 Desember lalu.

KEPANJEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tidak menggelar perayaan malam tahun baru dengan berhias kembang api dan penuh euforia. Malam tahun baru (31/12) jadi momentum penuh khidmat. Diisi dengan aktivitas doa bersama di Pendapa Panji, Kecamatan Kepanjen.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama pengurus dan anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Malang. Kegiatan doa bersama tersebut juga sebagai wujud empati, solidaritas, dan rasa hormat Pemkab Malang kepada korban bencana banjir di Aceh dan Sumatera. Selain itu, juga mendoakan para korban Tragedi Kanjuruhan.

”Kami turut prihatin dengan kejadian tersebut. Oleh karena itu, kami menggelar doa bersama. Semoga di Kabupaten Malang ke depannya aman dari bencana,” kata Bupati Malang H.M Sanusi.

Dalam acara doa bersama itu, pegawai pemkab yang menjadi anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dianjurkan memakai pakaian KORPRI. Hal tersebut untuk menunjukkan bahwa KORPRI juga hadir dan turun ke masyarakat untuk kegiatan sosial.

Orang nomor satu di Pemkab Malang itu menyampaikan, momentum pergantian tahun tersebut merupakan titik strategis. Utamanya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan refleksi dan evaluasi atas keberhasilan yang diraih selama satu tahun terakhir.

Momentum tersebut juga menjadi pijakan awal untuk menguatkan komitmen pengabdian dan pelayanan publik agar semakin baik ke depan. ”Sebagai ASN, kita dituntut untuk selalu siap menghadapi tantangan birokrasi yang ke depan akan semakin kompleks,” kata Sanusi.

Menurutnya, berbagai dinamika dan tuntutan terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel juga harus semakin meningkat. Oleh karena itu, ASN dituntut tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kekuatan spiritual serta karakter moral yang kukuh.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang itu juga berharap, 2026 akan menjadi tahun penguatan kualitas pelayanan publik, peningkatan kinerja birokrasi, serta penguatan nilai-nilai spiritual dalam setiap pengabdian.

”Semoga Kabupaten Malang senantiasa dianugerahi keamanan, kemajuan, kesejahteraan, serta aparatur yang amanah dan berakhlak mulia,” pungkasnya. (yun/gp)

Editor : A. Nugroho
#Korpri #ASN #Pemkab #Kabupaten Malang