Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Masuk Proyek Percontohan Pengembangan Kakao dan Kopi di Kabupaten Malang

Aditya Novrian • Jumat, 2 Januari 2026 | 10:58 WIB
DATANG LANGSUNG: Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib (tengah) menerima kunjungan Asisten Personal Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Dwija
DATANG LANGSUNG: Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib (tengah) menerima kunjungan Asisten Personal Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Dwija

KEPANJEN - Potensi perkebunan di Kabupaten Malang cukup besar. Di antaranya komoditas kopi dan kakao. Oleh karena itu, Kabupaten Malang dijadikan pilot project pengembangan sektor perkebunan dan pertanian.

Hal tersebut disepakati dalam kunjungan Asisten Personal Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Dwija pada Rabu (31/12) lalu. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Malang Lathifah Shohib.

Komoditas yang akan dikembangkan menjadi pilot project meliputi komoditas kopi, kakao, dan padi, serta program pemberdayaan perempuan yang terintegrasi dengan skema carbon trading. Penetapan tersebut disepakati bersama antara Lathifah dan Dwija yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Satgas Kakao dan Kopi.

Dalam kesempatan tersebut, Dwija memaparkan, bappenas telah menetapkan enam provinsi sebagai pilot project pengembangan komoditas kakao dan kopi. Dari masing-masing provinsi tersebut, ditunjuk satu daerah sebagai lokasi pelaksanaan program.

”Untuk Provinsi Jawa Timur, diputuskan berada di Kabupaten Malang,” kata dia. Sebab, produksi dua komoditas tersebut cenderung stabil. Apalagi poduksi kopi yang terus meningkat setiap tahunnya.

Sementara itu, Lathifah menyambut positif dan penuh antusias penetapan Kabupaten Malang sebagai penerima program dari bappenas tersebut. Menurutnya, program itu menjadi angin segar bagi pengembangan sektor pertanian dan perkebunan di Kabupaten Malang.

”Semoga program ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran, sekaligus menjadi upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang, utamanya para petani,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Sebagai informasi, Pada 2024 lalu, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, produksi kopi mencapai 15.057 ton dalam satu tahun, sedangkan kakao mencapai 1.728 ton. Produksi kopi tersebar di 30 kecamatan.

Terbanyak ada di Kecamatan Ampelgading dengan jumlah 3.602 ton dan Dampit dengan jumlah 2.493 ton. Sedangkan produksi kakao tersebar di 19 kecamatan. Terbanyak ada di Kecamatan Sumbermanjing Wetan dengan jumlah 404 ton dan Dampit 248 ton. (yun/adn)

Editor : A. Nugroho
#PPN / BAPPENAS #Perkebunan #Kabupaten Malang #wabup malang