Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Anggaran Persampahan di Kabupaten Malang Susut Rp 10 Miliar

Mahmudan • Rabu, 7 Januari 2026 | 10:52 WIB
BUTUH ARMADA BARU: Petugas mengirim sampah ke TPA Talangagung, Kepanjen beberapa waktu lalu.
BUTUH ARMADA BARU: Petugas mengirim sampah ke TPA Talangagung, Kepanjen beberapa waktu lalu.

KEPANJEN - Pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) berimbas pada anggaran semua sektor, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang. Tahun ini, alokasi anggaran untuk DLH berkurang sekitar Rp 10 miliar.

“Tahun lalu kami dapat Rp 60 miliar, tahun ini sekitar Rp 50 miliar.Untuk gaji dan operasional kami usahakan tetap,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kabupaten Malang Ahmad Dzulfikar Nurrahman kemarin.

Akibat pengurangan anggaran, dia melanjutkan, hampir 50 persen program tidak akan dilaksanakan menggunakan APBD Kabupaten Malang. Di antaranya pengadaan armada pengangkut sampah yang pada 2025 dianggarkan dari APBD, tahun ini tidak ada pengadaan.

Oleh karena itu, tahun ini pihaknya akan memaksimalkan program Solid Waste Management Sustainable Urban Development (SWSUD) dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) RI. “Kalau lancar, kami mendapat anggaran Rp 300 miliar dari program tersebut. Jadi meskipun ada pemangkasan anggaran, kami masih ada progres,” kata pria yang akrab disapa Afi itu.

Dia mengatakan, anggaran diberikan dalam bentuk prasarana persampahan. Di antaranya penambahan armada pengangkut sampah dan pembangunan TPST di dua tempat pemrosesan akhir (TPA). Kapasitas masing-masing TPST yakni 189,71 ton per hari. Dengan rincian, 118,57 ton per hari untuk pengolahan anorganik dan 71,14 ton per hari untuk organik.

Masing-masing TPST setidaknya akan dibangun enam fasilitas. Yakni tempat untuk memindahkan sampah dari angkutan, area pemilahan, kantor Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), tempat parkir, tempat cuci kendaraan, dan area penyimpanan. “Total luasnya sekitar 5 hektare. Di TPA Paras dan TPA Talangagung sama,” ucap pria yang merangkap sekretaris DLH itu.

Pejabat eselon III A Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itumenyebut, biasanya proyek dari Kementerian PU RI akan mulai lelang pada awal tahun. Sedangkanpembangunan fisiknya diprediksi mulai pertengahan tahun dan pada akhir tahun bisa dimulai operasionalnya. “Kami juga akan membangun dua stasiun peralihan di Jabung dan Pakisaji,” pungkasnya. (yun/dan)

Editor : Aditya Novrian
#Kabupaten Malang #DLH #plt #tkd