Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Salurkan 36,5 Juta LPG Melon di Kabupaten Malang dalam Setahun

Galih R Prasetyo • Kamis, 8 Januari 2026 | 10:49 WIB
PERMINTAAN MENINGKAT: Pedagang Warung Madura di Jalan Sido Makmur, Dau, Sakira mempunyai stok LPG ukuran 3 kilogram yang cukup melimpah.
PERMINTAAN MENINGKAT: Pedagang Warung Madura di Jalan Sido Makmur, Dau, Sakira mempunyai stok LPG ukuran 3 kilogram yang cukup melimpah.

KABUPATEN - Jatah penyaluran gas LPG untuk rakyat miskin pada tahun 2025 sebanyak 35,1 juta tabung. Namun realisasinya melampaui kuota, hingga 36,5 juta gas LPG melon. Kebutuhan gas meningkat pesat mencapai 3,4 persen dibanding hari biasa pada akhir 2025 jadi pemicunya.

Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memang menyediakan LPG cadangan untuk berjaga-jaga. Sebab mobilitas masyarakat meningkat terutama saat libur panjang Natal dan Tahun Baru. Cadangan itu sebagai antisipasi saat harga LPG melon mulai digoreng karena keterbatasan stok.

”Karena permintaan masyarakat yang tinggi itu, tahun ini kuota gas bakal mengalami penyesuaian,” ujar Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi. Namun, dirinya belum bisa memberi angka pasti karena jumlah kuota per daerah masih dirumuskan. Sekaligus menyesuaikan permintaan kuota dari kepala daerah yang ada.

Berdasar proyeksi nasional, lonjakan mobilitas dan transaksi memang terjadi pada tiga waktu. Yaitu pada tanggal 24-25 Desember, 31 Desember sampai 1 Januari, dan 2-4 Januari. Itu memicu Pertamina membentuk satuan tugas (satgas) Natal 2025 dan Tahun Baru sejak 13 November 2025 lalu untuk menjaga stabilitas stok LPG.

Total di seluruh Jawa Timur ada 1.209 agen LPG yang siap mendistribusikan LPG. Berdasar data terakhir di bulan Juli 2025, untuk jumlah agen LPG di Kabupaten Malang ada 63. Itu menyebar untuk 2.256 pangkalan LPG.

Salah satu pedagang eceran LPG di Jalan Sido Makmur, Kecamatan Dau mengaku, sempat kesulitan mencari stok LPG melon. Terutama saat tiga hari pertama setelah tahun baru. ”Tapi empat hari terakhir sudah rutin dikirim lagi,” ujar Pedagang Warung Madura di Jalan Sido Makmur Sakira.

Menurut Sakira untuk harga gas LPG 3 kilogram, juga masih stabil. Dirinya menjual tabung gas 3 kilogram seharga Rp 22 ribu per tabung karena harus menanggung biaya transportasi. Meski harga eceran tertinggi (HET) tabung gas LPG Rp 18 ribu. (aff/gp)

Editor : Aditya Novrian
#het #lpg melon #Satgas #kabupate malang