SEBANYAK 1.650 siswa SMK Turen terpaksa menghentikan aktivitas belajar di sekolah. Sejak kemarin (8/1), mereka diliburkan dan diminta belajar mandiri di rumah menyusul konflik dualisme yayasan yang kian memanas. Bangunan sekolah di Jalan Panglima Sudirman tampak lengang, padahal seharusnya sudah kembali ramai pasca libur semester.
Keputusan meliburkan siswa diambil setelah situasi sekolah dinilai tidak lagi kondusif. Pada Rabu (7/1), para siswa sempat menggelar doa bersama dan menyuarakan tuntutan agar dua yayasan yang bersengketa segera berdamai. Mereka mengaku sulit berkonsentrasi belajar di tengah situasi yang tidak menentu.
Pihak sekolah pun memilih meliburkan seluruh siswa demi alasan keamanan. Hingga kini, belum ada kepastian kapan kegiatan belajar mengajar kembali normal.
Kepala SMK Turen Tulus Karyadi mengatakan, pihaknya telah menyurati Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Selain melaporkan kondisi sekolah, surat tersebut juga berisi permohonan agar dua yayasan segera dimediasi. ”Kami ingin anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman. Konflik ini harus segera diselesaikan,” ujarnya.
Menurut Tulus, konflik kepengurusan sekolah sudah berlangsung lama dan belum menemukan titik temu. Ia berharap pemerintah dan aparat penegak hukum segera turun tangan. ”Premanisme harus dihapus dari lingkungan sekolah. Oknum yang memicu kekerasan juga harus ditindak,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang Dwi Anggraeni membenarkan telah menerima laporan dari pihak sekolah. Koordinasi juga dilakukan dengan Polres Malang. ”Besok (hari ini) kami akan menggelar pertemuan dengan Polres Malang dan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang untuk membahas langkah penanganan,” katanya.
Kasatreskrim Polres Malang AKP Muchammad Nur menambahkan, laporan dugaan aksi premanisme masih dalam penyelidikan. Selain itu, pihaknya juga menangani laporan dugaan pemalsuan dokumen yayasan yang masuk ke Polda Jatim. ”Belum ada tersangka. Kami masih memeriksa sejumlah saksi,” pungkasnya. (aff/adn)
Editor : Aditya Novrian