KEPANJEN – Target penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) belum mencapai target di Kabupaten Malang selama 2025. Satu indikasinya, stok tahun lalu akan disalurkan pada awal 2026 ini. Sebagai informasi, beras SPHP disalurkan untuk menjaga kestabilan harga saat terjadi lonjakan di pasaran.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang Mahila Surya Dewi menyampaikan, tahun lalu pihaknya ditarget mampu menyalurkan 7.748,14 ton. ”Namun, hingga akhir 2025, beras SPHP terserap 7.088,69 ton.
Tahun ini, kami akan menghabiskan target dulu. Di luar target tersebut, kami masih menunggu kebijakan dari Bulog,” ujarnya kemarin (8/1). Beras tersebut biasanya dijual saat Gerakan Pangan Murah (GPM). Baik yang diadakan oleh Polres Malang maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.
Sebagai contoh, saat GPM di Kantor DKP Kabupaten Malang pada 5 Desember 2025 lalu. Selain itu pada 2025 lalu, pihak Bulog juga menjual beras tersebut di Gudang Bulog Pakisaji. Per hari, bisa menghabiskan sekitar 2 ton dengan per kemasan 5 kilogram seharga Rp 57 ribu. Biasanya, beras tersebut akan ludes sebelum pukul 14.00 WIB.
Sementara itu, harga beras di pasaran tetap stabil. Namun lebih tinggi dibanding beras SPHP. Harganya masih sekitar Rp 70-80 ribu per kemasan 5 kilogram tergantung merk masing-masing. Sehingga beras SPHP tersebut dianggap mampu memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokoknya.
”Selain GPM, beras SPHP juga kami jual di pasar daerah,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu. Beras tersebut beredar di 21 pasar tradisional. Seperti Pasar Pakisaji, Kepanjen, Singosari, Ngantang, hingga Sumbermanjing Wetan.
Namun, masing-masing toko tidak bisa langsung menjual beras tersebut. ”Pemilik toko harus membuat pengajuan dulu ke kami (DKP Kabupaten Malang). Kemudian kami membuat pengantar ke Bulog,” ujar mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang itu.
Dengan adanya beras tersebut, diharapkan masyarakat dapat menekan pengeluaran. Sehingga dapat digunakan untuk membeli bahan makanan bergizi lainnya. Seperti telur atau ayam untuk pemenuhan kebutuhan proteinnya. (yun/gp)
Editor : Aditya Novrian