Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cegah Kendaraan Terperosok, Pemkab Tambah Titik Pemberhentian di Jalur Bromo

Aditya Novrian • Jumat, 16 Januari 2026 | 10:00 WIB
CEGAH KECELAKAAN: Kendaraan berpenumpang wisatawan melintasi kawasan Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Titik perhentian di jalur tersebut akan ditambah oleh Pemkab Malang. (Biyan)
CEGAH KECELAKAAN: Kendaraan berpenumpang wisatawan melintasi kawasan Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Titik perhentian di jalur tersebut akan ditambah oleh Pemkab Malang. (Biyan)

PONCOKUSUMO – Banyaknya kendaraan terperosok di Jalur Malang-Bromo menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Hasil evaluasi mengungkap, angka kecelakaan tinggi lantaran minim titik perhentian, sehingga kesulitan mencari tempat peristirahatan.

Oleh karena itu, pemkab bakal menambah titik perhentian. Rencana tersebut hasil koordinasi dinas perhubungan (dishub) bersama Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Selama ini, titik henti yang tersedia adalah rest area Gubugklakah, samping gerbang Desa Ngadas, dan pos Jemplang.

“Kami sudah bersepakat dengan TNBTS membuat spot-spot atau rest area untuk berhenti,” ujar Kepala Dishub Kabupaten Malang Eko Margianto kemarin (15/1).

Dia menyatakan, penyebab kecelakaan didominasi akibat rem blong dan over heating. Dengan penambahan titik perhentian, dia optimistis mampu menekan angka kecelakaan di jalur Malang-Bromo. Selain rest area, pihaknya juga berinisiatif membuat titik-titik untuk kendaraan menepi.

Kecelakaan lalu lintas maut terbaru terjadi pada 15 Desember 2025. Sebuah mobil Toyota Fortuner dengan nopol B 258 ATK mengalami kecelakaan tunggal di Tanjakan Wedi Ireng, Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo. Dua orang meninggal dan empat lainnya luka-luka akibat kecelakaan yang disebabkan rem blong tersebut.

Sementara titik-titik yang sering kecelakaan berada di antara Gubugklakah dan Ngadas. Di antaranya di Tanjakan Lajing, Jarak Ijo, dan dekat Ngadas. Dengan adanya penambahan titik perhentian tersebut, mobil yang terlalu panas mesinnya bisa menepi untuk mendinginkan mesin, sekaligus memperbaiki jika terdapat mesin bermasalah.

Disinggung mengenai realisasinya, pihaknya menunggu koordinasi lebih lanjut dengan TNBTS.

“Yang menentukan (titik perhentian) dari TNBTS, karena sudah wilayah mereka. Muat berapa kendaraan dalam satu titik menanti penentuan tempat dari mereka,” kata Eko.(biy/dan)

Editor : Aditya Novrian
#Pemkab #Bromo