Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ada Acara Wulan Kapitu, Hari Ini Wisata Bromo Ditutup untuk Wisatawan

Mahmudan • Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:20 WIB
MENINGKAT : Jalur Jemplang di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo mulai sering dilewati wisatawan yang menuju Gunung Bromo.
MENINGKAT : Jalur Jemplang di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo mulai sering dilewati wisatawan yang menuju Gunung Bromo.

PONCOKUSUMO – Hari ini (17/1), kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ditutup. Penutupan dijadwalkan berlangsung hingga besok (18/1). Itu dilakukan untuk menghormati acara keagamaan warga Suku Tengger, yakni Wulan Kapitu.

Ketua Tim Data, Evaluasi Lapangan, dan Humas Balai Besar TNBTS Hendra Wisantara mengatakan, penutupan didasarkan pada keputusan Parumunan Dukun Pandita Kawasan Tengger pada Kamis lalu (15/1). Para tokoh agama dan masyarakat Tengger menetapkan bahwa selama Wulan Kapitu atau Megeng tidak memperkenankan adanya aktivitas wisata atau lalu lalang kendaraan di dalam area Bromo.

Selain itu, dia melanjutkan, tidak boleh ada warga Tengger yang keluar masuk rumah atau menyalakan segala macam bunyi-bunyian dan lampu. Aturan itu juga berlaku pada hotel atau homestay di kawasan TNBTS.

“Penutupan berlangsung selama dua hari, 17-18 Januari 2026,” ujar dia. Sebelumnya, wisata bromo juga ditutup dua hari, yakni pada 18-19 Desember 2025.

Penutupan kawasan wisata tersebut berlaku mulai hari ini (17/1) pukul 15.00 hingga malam nanti pukul 23.59. Wisata dibuka lagi lusa (19/1) pukul 00.01 dini hari. Penutupan berlaku pada tiga pintu masuk. Yaitu dari kawasan Jemplang di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Wonokitri (Pasuruan), dan Wonokerto (Probolinggo).

Hendra mengatakan, penutupan tersebut diiringi dengan tidak adanya penjualan tiket masuk ke Bromo secara online.

“Kami juga sudah sosialisasi dari jauh-jauh hari. Sehingga kami tutup penjualannya pada dua hari tersebut,” imbuhnya.

Di pos-pos masuk tersebut, termasuk Jemplang akan dilakukan penjagaan ketat melibatkan petugas internal Balai Besar TNBTS, warga, kepolisian dan TNI. Artinya, di setiap pos akan dilakukan penyekatan. Meskipun begitu, apabila terdapat keadaan darurat kendaraan atau orang bisa masuk.

Di sisi lain, masih ada tempat wisata di kawasan TNBTS yang bisa dimasuki wisatawan. Yaitu Ranu Regulo dan Kumbolo. Pengunjung hanya bisa mengaksesnya dari Jemplang dan jalan masuk dari arah Lumajang.

“Nanti pengunjung tinggal menunjukkan tiketnya saja ke petugas jaga. Di Jemplang maupun di Ranupani,” tandas Hendra. (biy/dan)

Editor : Mahmudan
#wisata malang #Bromo