Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tiga Sungai di Kabupaten Malang Diusulkan untuk Dinormalisasi

Mahmudan • Minggu, 18 Januari 2026 | 16:29 WIB
Personel BPBD Kabupaten Malang bersama perangkat desa melakukan survei kedalaman sungai
Personel BPBD Kabupaten Malang bersama perangkat desa melakukan survei kedalaman sungai

 

 

KEPANJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berupaya menutup celah semua faktor yang memicu terjadinya banjir, termasuk pendangkalan sungai. Tahun lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang sudah mengusulkan normalisasi untuk tiga sungai. Satu di Ampelgading dan dua titik di Sumbermanjing Wetan.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin. “Di Ampelgading kami usulkan Sungai Glidik di Desa Lebaksari. Sumawe usulannya di Sungai Panguluran yang masuk Desa Kedungbanteng, lalu di Sidoasri Sungai Kemudinan,” terang dia.

Ia menyebut kondisi sungai tersebut mengalami penyempitan dan pendangkalan yang signifikan. Pada 7 Oktober 2025 lalu dia melakukan survei di Sungai Kemudinan. Hasilnya diketahui bahwa sungai yang bermuara ke Samudera Hindia itu mengalami pendangkalan sampai hanya tersisa 1 sampai 2 meter. Alur sungai juga telah berubah sebagai efek dari pendangkalan tersebut. “Sungai-sungai itu kedalaman dan lebarnya berbeda karena tergolong bukan sungai yang rata dari hulu ke hilir,” imbuh Sadono.

            Untuk Sungai Panguluran, dia melanjutkan, luapan air telah menyebabkan banjir besar di tiga dusun di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. “Aliran sungai tersebut juga meluap dan merendam sekitar 45 rumah di Dusun Umbulrejo, Desa Sidodadi dan Dusun Bajulmati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan,” sebut dia.

Sementara untuk Sungai Glidik, dia mengatakan, telah menyebabkan banjir pada 1 November lalu. Sebanyak 36 rumah terendam air setinggi lebih dari 60 sentimeter dan membuat 100 orang terdampak. Selain itu, dua orang terseret arus banjir sungai dan meninggal dunia.

Karena keadaan dan dampak yang cukup signifikan itu membuat BPBD memprioritaskan tiga sungai tersebut untuk segera dinormalisasi. Akhir 2025 lalu, usulan normalisasi tersebut sudah disampaikan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas selaku lembaga yang berwenang. “Kami masih menunggu keputusan lebih lanjut dari sana,” tandas Sadono. (biy/dan)

Editor : Mahmudan
#banjir malang #normalisasi sungai