KEPANJEN - Merger SD negeri bakal dilakukan setiap tahun demi efisiensi distribusi siswa dan guru. Tahun ini, merger sekolah juga akan kembali diterapkan. Namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akan melaksanakan evaluasi dan pemetaan terlebih dahulu.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang Bagus Sulistyawan menyampaikan, evaluasi yang dilaksanakan termasuk sarana dan prasarana (sarpras) penunjang untuk mendukung proses pembelajaran. “Ke depan, kami juga akan komunikasi dengan pihak sekolah dan pengawas,” ujar Bagus ditemui beberapa waktu lalu.
Dia menyebut, banyak pertimbangan untuk melakukan merger sekolah. Termasuk akses transportasi peserta didik jika sekolah dilakukan merger. Itu untuk sekolah yang berada di pelosok.
“Jumlah siswanya juga akan kami evaluasi. Tujuan merger kan untuk memperbaiki tata kelola dengan jumlah siswa dan tenaga pendidik yang sesuai,” ucap pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Sebagai informasi, terdapat beberapa kriteria untuk merger sekolah. Di antaranya jumlah siswa minim, yakni per kelas di bawah 20 anak. Dua sekolah yang dipertimbangkan untuk merger pada tahun ini seperti SDN 2 Tumpukrenteng dengan 31 siswa dan SDN 3 Toyomarto dengan 45 siswa.
Minimnya siswa dapat berpengaruh terhadap minat belajar anak. Sehingga hasil pembelajaran pun tidak maksimal. Selain itu, merger sekolah juga dilakukan supaya distribusi guru lebih efisien. Apalagi saat ini jumlah guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Malang pun terbatas.
Sementara itu, tahun ini ada 45 SD negeri yang dimerger menjadi 23 lembaga. Hal tersebut sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Malang Nomor 27 Tahun 2025 tentang perubahan ketiga atas Perbup Malang Nomor 12 Tahun 2017 tentang pembentukan satuan pendidikan formal pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.
Dengan demikian, jumlah SD negeri yang awalnya 1.061 lembaga menjadi 1.038 lembaga. Selain karena jumlah siswa minim, dia melanjutkan, sekolah yang dimerger juga karena letaknya yang berdekatan.
Sebagai efisiensi, dilakukan merger. Seperti SDN 1 Pagentan dan SDN 5 Pagentan yang lokasinya berdekatan. Dua sekolah itu dimerger sehingga berganti menjadi SDN 1 Pagentan. (yun/dan)
Editor : Aditya Novrian