KALIPARE – Gedung SDN 4 Sukowilangun yang ambruk pada Minggu (11/1) lalu bakal segera diperbaiki. Dimulai dari kerja bakti bersih-bersih material pada Selasa (20/1) lalu, kemudian dilanjutkan perbaikan. Biaya perbaikan diperkirakan akan menghabiskan Rp 900 juta.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Farid Habibah menyampaikan, biaya perbaikan gedung tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Karena sudah ditetapkan pada akhir 2025 lalu, ada diskresi anggaran dengan urgensi siswa harus bisa belajar dengan nyaman dan aman.
Sebagai informasi, diskresi yakni kewenangan pejabat pemerintah untuk mengambil tindakan keuangan secara mandiri dalam situasi tertentu. Namun harus melalui review inspektorat dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Malang. “Diskresi ini aman dan sudah melalui persetujuan inspektorat dan BKAD. Kebutuhan anggaran untuk perbaikan fisik gedung tersebut diperkirakan mencapai Rp 900 juta,” ucap Habibah ditemui beberapa waktu lalu.
Dana tersebut untuk memperbaiki satu gedung yang terdiri dari tiga ruang kelas dan satu ruang guru. Ruang kelas meliputi kelas IV, V, dan VI. Masing-masing ruangan berukuran 7x8 meter. Itu belum termasuk anggaran perencanaan.
Untuk anggaran perencanaan belum dicantumkan dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB). Sebab, tim konsultan sebagai pelaksana kegiatan harus orientasi lapangan terlebih dahulu. Proses pengadaan juga masih belum berjalan.
Atap gedung yang ambruk membuat 58 siswa-siswi belajar di rumah warga yang terletak sekitar 100-meter dari sekolah. Oleh karena itu, demi kelancaran proses belajar mengajar, pemkab segera bertindak untuk memperbaiki gedung tersebut. “Secara psikologis, rusaknya gedung dan berpindahnya tempat belajar mengajar dikhawatirkan mempengaruhi ambisi belajar anak-anak,” imbuh pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Habibah melanjutkan, setelah proses pembersihan beberapa hari lalu rampung, dalam 1-2 pekan ke depan, perencanaan ditarget sudah final. Selanjutnya dilakukan pengadaan fisik. “Mudah-mudahan semua proses lancar, sehingga pada pekan kedua Februari depan, pengerjaan fisik sudah dimulai. Kami target tuntas dalam 90 hari,” pungkasnya. (yun/dan).
Disunting kembali oleh: Satya Eka Pangestu
Editor : Aditya Novrian