KEPANJEN-Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang mewacanakan pengoperasian angkutan pedesaan (angdes) untuk angkutan sekolah. Wacana tersebut dilontarkan untuk memenuhi kebutuhan armada sekolah sekaligus menolong angdes yang belakangan terus merosot.
Kepala Dishub Kabupaten Malang Eko Margianto memaparkan, data tahun lalu hanya tersisa 40 trayek dengan 105 armada yang beroperasi. Tahun ini diperkirakan menyusut lagi karena ojek online (ojol) terus bertambah. “Satu contoh di Wonosari (Gunung Kawi) itu dulu tamunya (penumpang) banyak, sekarang unitnya banyak yang ngetem (tidak beroperasi) di sana,” kata dia.
Oleh karena itu pihaknya ingin memberdayakan melalui skema angkutan sekolah. Apalagi pemkab juga mendapat hibah unit microbus bus dari kementerian perhubungan (Kemenhub) RI. Microbus tersebut diperuntukkan sebagai bus sekolah. Jika wacana mengubah angdes menjadi angkutan sekolah terealisasi, maka jumlah armada untuk angkutan sekolah tidak hanya satu, tapi banyak.
Akan tetapi, pihaknya masih mengalkulasi wacana tersebut. Yang dipertimbangkan antara lain jumlah armada dan titik sekolah di satu kecamatan, serta pembiayaan untuk satu unitnya.
Eko mengatakan, skema angdes menjadi angkutan sekolah mengedepankan biaya subsidi bahan bakar. Artinya, Pemkab hanya mengganti biaya bensin atau solar ketika mereka menaikkan anak sekolah. Bukan menggaji para sopir angdes per periode tertentu. “Begitu anak sekolah naik itu tarifnya gratis. Penumpang lain bayar seperti biasa,” ungkap pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Selain itu, jumlah sekolah dalam satu wilayah juga masih didata. Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang itu menyebut jumlah sekolah antara satu kecamatan dengan lainnya berbeda. “Kalau wilayah perkotaan (Kecamatan Kepanjen), jarak antar sekolahnya dekat-dekat. Kalau (kecamatan) yang lain, misal sekolah SMP saja belum tentu ada dan jaraknya jauh-jauh,” ucap dia.
Dia menyebut, jarak yang jauh artinya kebutuhan BBM makin membengkak. Artinya, dishub masih mempertimbangkan operasional angkutan sekolah di sekitar lingkar Kecamatan Kepanjen.(biy/dan)
Editor : Mahmudan