SUMBERPUCUNG - Pembangunan jembatan gantung antara Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung dengan Desa Mangunrejo di Kepanjen rampung. Butuh waktu dua bulan untuk menyelesaikan jembatan yang masuk dalam program seribu jembatan garuda itu. Saat ini, tinggal membangun akses dari jalan desa menuju lokasi jembatan.
Jembatan dengan panjang 143 meter itu mulai proses pembangunan pada 23 Desember 2025 lalu. Jembatan yang membentang di atas sungai metro tersebut memadukan kayu dengan rangka baja. Ditopang dengan tali baja yang kuat untuk menahan beban besar.
Sempat mengalami keterlambatan deadline pengerjaan pada 15 Januari lalu, tapi akhirnya dinyatakan selesai kemarin (25/1). ”Sabtu (24/1) sudah dicek pekerjaan akhirnya oleh Dandim, dan otomatis pekerjaan fisik sudah selesai per hari ini (kemarin). Tinggal tunggu peresmian,” kata Pasiter Kodim 0818 Malang-Batu Kapten Arh Darwandi.
Keterlambatan pekerjaan diketahui akibat cuaca dan sulitnya medan pekerjaan. Pekerja yang terdiri dari anggota TNI dan masyarakat dua desa itu harus melalui jalan tanah di antara hutan-hutan jati.
Disinggung soal kelanjutan pekerjaan sesudah konstruksi utama, Darwandi menyebut bakal ada pembangunan jalan akses menuju jembatan. Tapi, belum diketahui kapan akan dimulai. TNI tidak ikut andil dalam pembangunan jalan, tapi sepenuhnya diserahkan ke Pemerintah kedua desa. ”Kalau jalan masih menunggu musyawarah desa pengerjaannya,” kata dia.
Perlu diketahui, Desa Ternyang sudah bersiap untuk membangun jalan akses saat ini. Satu indikasinya sudah disiapkan material di jalan-jalan desa. Tapi di Mangunrejo belum ada pergerakan pembangunan akses atau jalan.
Meski sudah terbangun, nanti di ujung masing-masing jembatan tidak ada petugas yang mengatur orang dan kendaraan roda dua yang melintas. Jembatan itu bisa dilewati tiga orang dan satu kendaraan dalam sekali jalan. ”Hanya ditaruh papan imbauan saja,” tandas Darwandi. (biy/gp)
Editor : Aditya Novrian