KEPANJEN – Upaya mendukung sektor pariwisata di Kabupaten Malang masih terkendala keterbatasan rambu penunjuk wisata berwarna coklat. Hingga kini, jumlah rambu yang terpasang dinilai belum memadai untuk menunjang tingginya arus wisatawan, khususnya ke kawasan wisata alam dan budaya.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang mencatat, saat ini baru sekitar 500 rambu penunjuk wisata berwarna coklat yang terpasang di berbagai ruas jalan. Jumlah tersebut diperkirakan baru memenuhi sekitar 30 persen dari total kebutuhan ideal di wilayah Bumi Kanjuruhan.
Kepala Dishub Kabupaten Malang Eko Margianto menjelaskan, secara umum terdapat dua jenis warna rambu di jalan, yakni rambu hijau dan coklat. Rambu hijau digunakan untuk penunjuk arah wilayah, fasilitas umum, dan perkantoran.
Sementara rambu coklat berfungsi khusus sebagai penunjuk arah menuju objek wisata alam, budaya, dan museum. Dalam praktiknya, satu papan rambu bisa memuat satu atau dua warna sekaligus, tergantung kewenangan pengelolanya, baik Pemkab maupun Pemprov.
”Kalau dihitung secara kebutuhan, Kabupaten Malang seharusnya memiliki lebih dari seribu rambu penunjuk wisata warna coklat,” ujar Eko.
Ia menyebut, kebutuhan rambu tersebut paling banyak berada di wilayah Malang selatan yang dikenal memiliki banyak destinasi wisata pantai. Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Malang menjadi salah satu daerah tujuan wisata favorit, sejajar dengan Yogyakarta. Tingginya animo wisatawan itu, menurut Eko, harus diimbangi dengan ketersediaan rambu penunjuk yang memadai. (biy/adn)
Editor : Aditya Novrian