PONCOKUSUMO - Produksi kentang di Kabupaten Malang menunjukkan tren positif selama dua tahun terakhir. Berdasar data dari badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang pada 2023 lalu, produksinya mencapai 17.509 ton. Kemudian meningkat menjadi 32.976 ton pada 2024.
Salah satu wilayah di Kabupaten Malang yang jadi produsen kentang yang cukup besar adalah Poncokusumo. Hampir 50 persen kentang di Kabupaten Malang berasal dari kecamatan tersebut. Hasil pertanian kentang di kecamatan tersebut meningkat signifikan.
Produksinya mencapai 14.610 ton pada 2023 menjadi 20.475 ton pada 2024. Salah satu desa yang memiliki produk unggulan kentang dari Poncokusomo, Ngadas. Beberapa waktu lalu, desa tersebut dikunjungi Ketua Tim Investasi Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes-PDTT) RI Ninik bersama Wakil Bupati (Wabup Malang) Lathifah Shohib.
Lathifah menjelaskan, selain untuk meningkatkan kesejahteraan petani, kunjungan tersebut untuk memaksimalkan potensi lahan yang bisa ditanami kentang. ”Kebutuhan kentang saat ini masih menginjak 3 persen untuk kebutuhan dalam negeri. Oleh karena itu, peluang ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Apalagi potensi pertanian dan kondisi geografis Kabupaten Malang mendukung,” katanya.
Salah satu titik kunjungannya yakni Screen House yang terletak di Dusun Jarak Ijo. Tempat tersebut dikelola petani muda Desa Ngadas. Mampu menghasilkan benih berkualitas. ”Di sini menghasilkan varietas Granula G.0. Dengan benih ini, produksi kentang meningkat drastis dari 7-8 ton per hektar menjadi 15-20 ton per hektar,” kata Lathifah.
Di titik terakhir, pihaknya mengunjungi Desa Gubuklakah untuk mengambil sampel tanah yang akan dibawa pihak Kemendes-PDTT RI untuk diteliti lebih lanjut. Penelitian tersebut untuk menguji kelayakan tanah Desa Gubuklakah untuk dapat dikembangkan pertanian kentang.
Produksi kentang di Ngadas terbilang bagus. Jika umumnya kentang memiliki berat sekitar 300-500 gram per biji. Kentang di Ngadas bisa memiliki berat 1 kilogram per bijinya. Hal tersebut menjadi salah satu daya tarik kentang Ngadas bagi konsumen. Meskipun, untuk saat ini, petani di Ngadas masih memasok bibit dari daerah lain. (yun/gp)
Editor : Aditya Novrian