BANTUR - Dalam sehari terdapat dua laporan orang hilang karena tenggelam, kemarin. Pertama di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. Lalu di Sungai Brantas, Desa Kedungpendaringan, Kecamatan Kepanjen.
Pada kejadian pertama yang dilaporkan ke polisi, seorang nelayan bernama Lian Anton. Pria 27 tahun asal Desa Srigonco, Kecamatan Bantur itu diketahui hilang di perairan Pantai Balekambang pada pukul 03.00 WIB, Minggu dini hari (2/1).
Kasatpolairud Polres Malang AKP Yoyok Supandi menjelaskan, korban berniat mencari ikan dengan cara menyelam sebelum dikabarkan menghilang. ”Dia mencari ikan di palung laut yang ada di Balekambang. Dia jalan ke arah selatan dari Masjid Kalimatullah sendirian dan berenang ke tempat yang jadi tujuannya,” terang dia.
Berdasar keterangan saksi-saksi yang ditemui polisi di lokasi kejadian, diketahui Lian berangkat dari rumahnya pukul 01.30 WIB menggunakan sepeda motor. Sampai di Pantai pukul 01.30 WIB, setelah itu beristirahat menunggu air agak surut. Kegiatan mencari ikan pun dimulainya pada pukul 02.30 WIB.
Yoyok menjelaskan, pada saat itu sebenarnya ada nelayan lain yang menyelam mencari ikan. Tapi, lokasi mereka agak berjauhan. Pada pukul 03.00 WIB korban berteriak minta tolong, namun tidak berhasil diselamatkan nelayan lain. ”Arus air terlalu kencang sehingga korban diduga terseret ombak dan tenggelam,” ujar dia.
Upaya pencarian pun dilakukan saat hari sudah terang. Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan penyisiran dilakukan melalui jalur darat dan laut. ”Kepolisian bersama TNI, SAR, relawan, hingga masyarakat setempat terlibat dalam pencarian,” kata dia.
Sedangkan warga yang dikabarkan hanyut di Sungai Brantas berasal dari Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen bernama Edi Susanto, 43. Korban diduga hanyut di aliran sungai Brantas di Desa Kedungpendaringan, Kecamatan Kepanjen.
”Yang bersangkutan dilaporkan hilang sejak hari Sabtu tanggal 31 Januari 2026 sekitar pukul 10.00 WIB dan terakhir terlihat di Jembatan Kedung Pedaringan,” terang Kapolsek Kepanjen Kompol Subijanto.
Keluarga korban baru melaporkan kehilangan itu kemarin pagi (1/2). Kepolisian, bersama warga dan beberapa anggota keluarga mendapati barang bukti berupa dompet, jaket, helm dan sepeda motor Honda C70 milik korban di dekat jembatan sisi timur.
”Dari rekaman CCTV di lokasi kejadian, tampak korban setelah melepas jaket dan memarkir kendaraannya langsung turun ke sungai yang alirannya sedang deras,” imbuh Subijanto. Salah satu anggota keluarga korban Eriga dalam keterangannya, merasa hal itu merupakan suatu hal yang tidak biasa.
”Dia kelihatan niat (untuk mengakhiri hidupnya) lepas jaket dan menaruh dompetnya di dekat sungai sebelum ke bawah. Padahal, saat komunikasi terakhir seminggu lalu yang bersangkutan tidak ada masalah apa-apa,” ucap dia di lokasi. (biy/gp)
Editor : Aditya Novrian