KEPANJEN - Ratusan bencana alam yang terjadi pada bulan Januari lalu menghasilkan kerugian materi yang cukup besar. Dari 248 bencana yang tercatat BPBD Kabupaten Malang, nilai kerugian materinya mencapai Rp 729,1 juta.
Seperti diberitakan, ada beberapa bencana yang terjadi di Bumi Kanjuruhan pada bulan lalu. Terdiri dari 98 kali longsor, 74 angin kencang, 53 pohon tumbang, dan 23 kali banjir. Jumlah kejadian itu lebih banyak dibanding dengan periode yang sama pada dua tahun sebelumnya.
Tahun lalu, pada bulan yang sama tercatat ada 48 bencana. Sementara pada Januari 2024 ada 35 kejadian.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Malang Purwoto menyebut, dari kejadian-kejadian yang tercatat bulan lalu, ada pula rekap jumlah korban. Mulai dari korban luka sampai meninggal dunia.
”Yang luka-luka itu jumlahnya 17 orang, satu orang dinyatakan hilang, dan dua orang meninggal dunia,” sebut dia.
Dua orang hilang dan meninggal dunia itu tercatat merupakan korban banjir dan longsor di Kecamatan Ampelgading dan Lawang. Sementara yang luka-luka kebanyakan tergolong luka ringan akibat tertimpa bagian rumah yang rusak alias ambrol. Juga hanya memerlukan perawatan di lokasi saat kejadian.
Selain korban, ada pula rumah-rumah yang rusak. Terdata ada 548 infrastruktur permukiman yang rusak. Terdiri dari 435 rusak ringan, 80 rusak sedang, dan 33 rusak berat. Bila dinominalkan, kerusakan yang timbul akibat bencana diperkirakan mencapai Rp 729.100.000.
Purwoto mengatakan bahwa tujuh bencana yang terjadi di Kecamatan Ampelgading adalah yang memiliki angka perkiraan kerugian tertinggi. Yaitu Rp 170 juta.
”Ada tiga kejadian angin kencang, dua banjir, dan satu longsor. Berakibat pada enam rumah rusak ringan dan satu rusak sedang,” papar dia.
Biasanya, ada perbaikan setelah terjadinya bencana alam. Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menjelaskan, perbaikan bangunan setelah bencana tidak selalu menjadi tanggungan pemerintah daerah (pemda).
”Ada yang dilaksanakan oleh pemerintah desa (pemdes) setempat, swadaya warga, kemudian bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Malang, dan BPBD Provinsi Jawa Timur,” sebut dia.
Meski tidak rinci, Sadono menyebut ada beberapa Pemdes yang menganggarkan Dana Desa (DD)-nya untuk perbaikan rumah warga yang rusak akibat bencana.
”Ada beberapa desa di wilayah Malang Barat (Pujon, Ngantang, dan Kasembon), juga di wilayah Malang Selatan. Misalnya di Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), dan Tirtoyudo,” imbuh dia. (biy/by)
Editor : Aditya Novrian