Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkab Malang Optimistis Targetkan 6 Juta Kunjungan Wisata pada 2027

Aditya Novrian • Minggu, 8 Februari 2026 | 09:30 WIB
TUNGGU INFRASTRUKTUR: Pemandian Ken Dedes di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari jadi salah satu daya tarik wisata buatan yang dimiliki Kabupaten Malang. Indah Mei Yunita / Radar Kanjuruhan
TUNGGU INFRASTRUKTUR: Pemandian Ken Dedes di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari jadi salah satu daya tarik wisata buatan yang dimiliki Kabupaten Malang. Indah Mei Yunita / Radar Kanjuruhan

KEPANJEN - Potensi wisata di Kabupaten Malang masih cukup besar. Mulai dari wisata alam, desa wisata, hingga wisata buatan. Dengan memanfaatkan potensi-potensi tersebut, jumlah wisatawannya pun ditarget meningkat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang menyebut, jumlah wisatawan pada 2025 lalu mencapai lebih dari 5 juta orang. Salah satunya terdiri dari 51 ribu wisatawan mancanegara.

”Kalau Jalan Gondanglegi-Bantur bisa tuntas pada akhir 2026, saya yakin 2027 nanti bisa mencapai 6 juta,” ujar dia saat ditemui beberapa waktu lalu. Untuk menghadapi lonjakan wisatawan tersebut, harus ada persiapan dari pengelola destinasi wisata dalam menerapkan sapta pesona.

Yakni konsep sadar wisata yang dipopulerkan Soesilo Soedarman, Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi masa jabatan 1988–1993.

Sapta pesona meliputi aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.

”Jadi pengelola destinasi ini harus memikirkan cara untuk memberikan kenangan dan kenyamanan untuk wisatawan,” kata Mando.

Dia juga menyebut, jumlah kunjungan wisata tersebut berkaitan dengan kondisi ekonomi global.  Jika ekonomi melemah, daya beli masyarakat bakal menurun.

Sehingga perekonomian masyarakat pun menurun dan minat berwisata semakin rendah. Berbanding terbalik jika kondisi ekonomi stabil maka jumlah wisatawan pun semakin meningkat.

Salah satu cara yang akan dilakukan pihaknya tahun ini yakni menyusun kalender event. Itu bakal dipublikasikan sebagai upaya promosi wisata. Kalender wisata tersebut menjadi acuan wisatawan yang akan berkunjung ke Kabupaten Malang.

Baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Sehingga saat mereka berkunjung, dapat bertepatan dengan berlangsungnya event.

”Bukan hanya event yang kami selenggarakan. Event yang penyelenggaranya dari stakeholder lain seperti perhotelan dan lembaga kesenian lain juga kami kumpulkan,” imbuh dia.

Selain itu, peringatan hari besar seperti Hari Kesehatan Nasional (HKN) juga diharapkan ada event kesenian lain yang dapat mendatangkan wisatawan.

Dengan demikian, peringatan tersebut juga berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dengan melibatkan pelaku UMKM setempat.

”Di tengah-tengah keterbatasan anggaran, kami mencoba meningkatkan kolaborasi dan kerja sama seluruh stakeholder untuk dapat meningkatkan pariwisata di Kabupaten Malang,” pungkasnya. (yun/by)

 Baca Juga: Cek Langsung Kesiapan Dapur Umum, Bupati Malang Dukung dan Sukseskan Mujahadah Kubro dan Puncak Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama

Disunting ulang oleh Marsha Nathaniela

Editor : Aditya Novrian
#wisata kabupaten malang #wisata malang