Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tingkatkan Kesiapan Warga, Pemkab Malang Bakal Tambah Lima Desa Tangguh Bencana,

Aditya Novrian • Minggu, 8 Februari 2026 | 12:00 WIB
Ilustrasi pemukiman penduduk yang terdampak banjir. (freepik).
Ilustrasi pemukiman penduduk yang terdampak banjir. (freepik).

KABUPATEN - Potensi bencana hidrometeorologi masih ada sampai bulan Maret nanti. Untuk mengantisipasi itu, BPBD Kabupaten Malang berencana menambah lima desa tangguh bencana (Destana). Desa itu disiapkan agar warga siap menanggulangi bencana seperti longsor, banjir, hingga gempa.

Total, saat ini ada 115 desa yang sudah dilabeli tanggap bencana. Dengan rincian, 115 tingkat pratama, lalu lima desa mengalami peningkatan ke tingkat madya. Serta, dua desa mengalami peningkatan lagi ke tingkat utama.

”Untuk destana dengan tingkat utama ada di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang Purwoto.

Tahun lalu ada tiga destana yang didanai BPBD secara aktif. Sementara tahun ini, rencananya ada lima destana lagi yang akan ditingkatkan skill dan mitigasi bencananya. 

Namun realisasinya bergantung pada ketersediaan dana BPBD yang sudah menyusut 40 persen. Anggaran untuk BPBD pada 2025 sebesar Rp 11 miliar. Sedangkan tahun ini terpangkas menjadi Rp 7 miliar saja.

Sebab, 50 persen anggaran sudah dipakai operasional dan belanja pegawai, sektor yang mengalami efisiensi kemungkinan besar ada di pembentukan destana dan pelatihan tanggap bencana.

Di pihak lain, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menerangkan beberapa perbedaan mendasar antara Destana tingkat pratama, madya, dan utama. Yaitu terletak pada tingkat kemandirian, kelengkapan indikator, dan peran dalam mengurangi risiko bencana.

”Untuk tingkat utama, skornya 51 sampai 60 karena merupakan level tertinggi destana dan bagi wilayah rawan seperti Kabupaten Malang.  Seharusnya lebih banyak lagi Destana tingkat utama,” ujarnya.

Sementara di tingkat madya ada lima desa. Yaitu Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading; Desa Bayem, Kecamatan Kasembon; Desa Balesari, Kecamatan Ngajum; Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo; dan Desa Sanankerto, Kecamatan Turen.

Mereka memiliki skor 36-50 dalam kesiagaan menanggulangi bencana. Dari ratusan Destana itu, sebanyak 44 desa membiayai sendiri pelatihannya. Namun BPBD tetap menarget lima desa bisa menjadi Destana tiap tahunnya dari dana APBD.  Harapannya tahun ini wacana itu bisa direalisasikan sepenuhnya.

Para Destana itu dilatih untuk jenis ancaman bencana yang cukup beragam. Mulai dari gempa bumi, tanah longsor, banjir, dan angin kencang.

”Karena bencana tidak bisa diprediksi, setidaknya penanganannya bisa cepat dan tepat,” lanjut Sadono. (aff/by)

 Baca Juga: Final AFC Futsal Asian Cup 2026: Iran Juara lewat Adu Penalti, Indonesia Runner-up

Disunting ulang oleh Marsha Nathaniela

Editor : Aditya Novrian
#desa tangguh bencana (Destana) #Pemkab Malang