KABUPATEN MALANG - Julian Guevara dan kawan-kawan diharapkan menaruh perhatian kepada penyerang anyar Persija dalam laga nanti malam (19.00 WIB). Itu menyusul, amunisi baru Macan Kemayoran punya ketajaman layaknya Gustavo Almeida dan Eksel Runtukahu. Karena itu, saat Alaeddine Ajaraie dan Mauro Zijlstra bermain akan diberikan penjagaan khusus.
Sebagai informasi, Alaeddine merupakan pemain pinjaman dari klub Liga Super India NorthEast FC. Penyerang berkebangsaan Maroko itu sudah menjalani dua laga bersama Persija. Sebelum berkarier di Indonesia, menciptakan 23 gol dari 25 laga.
Sementara itu Zijlstra merupakan pemain diaspora Indonesia. Dia mempunyai pengalaman berkarier di Eropa. Klub terakhir yang dia bela sebelum gabung Persija adalah tim asal Belanda FC Volendam.
”Saya melihat keduanya punya kualitas bagus, ini akan menjadi tantangan besar bagi kami saat tampil di sana (Gelora Bung Karno),” ujar Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos. Menurutnya, Alaeddine punya kemampuan komplet sebagai penyerang. Tidak hanya tajam saat di depan gawang, namun juga rajin membuka ruang untuk mendapatkan bola.
Meski belum mencetak gol dalam dua laga terakhir dengan Persija, Marcos merasa itu bukan jaminan timnya tidak akan dibobol. Sebab, pemain asal Maroko mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya di laga pekan ke-19. Dirinya juga melihat gol Alaeddine yang sempat dianulir saat laga debut melawan Persita Tangerang.
Marcos juga tidak menutup mata terhadap potensi Zijlstra di depan gawang. Meski baru melihatnya saat tampil di Timnas Indonesia, dia merasa perlu membuat antisipasi khusus terhadap penyerang berusia 21 tahun itu. Karena punya potensi mencetak gol saat diberikan ruang berkreasi.
Berangkat dari itu, Marcos dan tim pelatih Arema FC sudah membekali para pemain Singo Edan cara mengantisipasi dua pemain tersebut. Mereka perlu mengetahui gaya bermain mereka supaya bisa melakukan antisipasi. ”Selama kemampuan mereka kami batasi, saya yakin tim lawan tidak akan banyak berbuat banyak,” tambah dia. (zan/gp)
Disunting kembali oleh: Satya Eka Pangestu
Editor : Aditya Novrian