Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Harga Ayam di Kabupaten Malang Mulai Melambung, Permintaan Menurun

Bayu Mulya Putra • Selasa, 10 Februari 2026 | 10:45 WIB
MULAI MAHAL: Tim gabungan dari Pemkab Malang, Polres Malang, dan Bapanas RI meninjau salah satu penjual ayam ras di Pasar Kepanjen, kemarin (9/2).
MULAI MAHAL: Tim gabungan dari Pemkab Malang, Polres Malang, dan Bapanas RI meninjau salah satu penjual ayam ras di Pasar Kepanjen, kemarin (9/2).

KEPANJEN - Jelang Ramadan, harga ayam ras di pasar mulai melonjak. Itu membuat permintaan sedikit menurun. Seperti disampaikan Tunik, salah satu pedagang ayam di Pasar Kepanjen, kemarin (9/2) saat ada kunjungan dari Pemkab Malang, Polres Malang, dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI.

”Hari ini (kemarin) saya mengambil 35 kilogram ayam dari peternak, tapi sampai siang ini masih terjual sekitar 6 kilogram. Beberapa hari lalu itu masih lumayan (permintaannya), hari ini (kemarin) benar-benar sepi,” ujar pedagang asal Desa Talangagung itu.

Dia menyebut, 29 kilogram ayam lainnya kembali dibawa pulang dan disimpan di freezer supaya bisa dijual keesokan harinya. Jika sepi, stok ayam tersebut bisa habis dalam dua sampai empat hari.

Tunik mengambil ayam tersebut dari Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen. Harganya Rp 36 ribu per kilogram. Jika kondisi normal, dia menjualnya Rp 38 ribu per kilogram. Padahal, harga normal ayam ras biasanya di bawah Rp 35 ribu per kilogram.

”Kalau sepi banget seperti hari ini (kemarin), saya jualnya Rp 37 ribu per kilogram,” tambah perempuan berusia 60 tahun itu.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas RI Puspa Dewi menyampaikan, harga daging ayam ras masih berada di sekitar Harga Acuan Penjualan (HAP), senilai Rp 40 ribu per kilogram. Ketentuan tersebut tercantum dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 6 Tahun 2024.

”Kami akan pantau terus dari distribusinya hingga ke pasar supaya tetap stabil,” ujar Puspa. Pihaknya juga akan berkunjung ke produsen ayam ras supaya bisa menekan harga produksi, namun tetap bisa mempertahankan kualitasnya.

Mulai dari pakan hingga vitaminnya. Selain ayam, pemantauan harga juga dilakukan terhadap bahan pokok penting (bapokting) lainnya. Mulai dari beras, gula, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, telur, hingga daging sapi.

Secara umum, harga bapokting tersebut masih stabil. Stok di pasar juga aman. Namun, pemantauan akan tetap dilakukan hingga beberapa waktu ke depan. (yun/by)

Editor : A. Nugroho
#Polres Malang #Harga Ayam #Pemkab Malang #Bapanas