NGANTANG - Bagian belakang rumah warga di Dusun Sayang, Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang mengalami kerusakan parah. Dinding dapur milik warga bernama Sunadi dan Junaedi ambrol setelah tertimpa material longsoran.
Itu terjadi setelah tebing setinggi 10 meter di belakang rumah keduanya longsor, kemarin (10/2). Intensitas hujan memang cukup tinggi di Dusun Sayang sejak malam hari. Dini hari sekitar pukul 01.00, tanah di sekitar rumah Junaedi dan Sunadi mulai bergetar.
Sesaat berikutnya tebing di belakang rumah dengan lebar 5 meter itu runtuh. Tidak ada aktivitas dapur di kedua rumah yang masing-masing dihuni empat orang itu. Karena bagian yang ambrol berada di ruang paling belakang, seluruh penghuni selamat. “Untuk korban jiwa maupun korban luka nihil, tapi masih ada potensi longsor susulan,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan.
Informasi longsor baru diterima petugas kemarin sekitar pukul 11.25. Petugas bersama warga segera gotong royong melakukan pembersihan. Sekaligus menutup sementara permukaan yang longsor dengan terpal agar kadar air tak makin bertambah saat hujan.
Wilayah Kecamatan Ngantang memang sedang tinggi tingkat kerawanan bencananya. Sepanjang 2026 ini, sudah ada lima titik longsor. Yakni di Desa Waturejo, Desa Purworejo, Desa Jombok, dan Desa Tulungrejo. “Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terutama saat berjalan atau naik kendaraan karena cuaca makin ekstrim,” papar Sadono.
Kepala BPBD Kabupaten Malang Purwoto menambahkan, paling tidak ada 17 kecamatan yang dipetakan rawan bencana. Mulai dari angin kencang, banjir, hingga tanah longsor. "Untuk wilayah rawan bencana tetap sama, ada di daerah pesisir dan pegunungan," kata dia.
Seperti Kecamatan Ngantang, Pujon, dan Kasembon. Ketiga wilayah itu menyandang status rawan banjir dan tanah longsor. Sementara Kecamatan Pakis, Bululawang, dan Gondanglegi rawan angin kencang. Beranjak dari data kerawanan itu lah pihaknya terus bersiaga. (aff/by)
Editor : A. Nugroho