Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dua Wilayah di Kabupaten Malang Terimbas Banjir dan Longsor

Bayu Mulya Putra • Jumat, 13 Februari 2026 | 12:31 WIB
TERIMBAS: Salah satu rumah warga tergenang air setelah tanggul irigasi di Dusun Morotanjek, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari jebol pada Rabu sore (11/2).
TERIMBAS: Salah satu rumah warga tergenang air setelah tanggul irigasi di Dusun Morotanjek, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari jebol pada Rabu sore (11/2).

KABUPATEN - Hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Malang pada Rabu lalu (11/2) berujung bencana. Laporan adanya banjir dan longsor masuk ke BPBD Kabupaten Malang. Yang pertama datang dari Dusun Morotanjek, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari.

Di sana, genangan air sempat merendam enam rumah warga di RT 1/RW 7. Penyebabnya yakni sebuah tanggul irigasi di lingkungan tersebut yang jebol. Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menjelaskan, wilayah Morotanjek diguyur hujan deras sejak pukul 12.55. mulanya, tidak terjadi apa-apa.

Di seluruh dusun tersebut juga tidak ada genangan air yang merendam rumah warga. “Sampai pada pukul 13.30, tanggul irigasi di persawahan warga RT 1/RW 7 jebol. Diduga karena tidak dapat menampung debit air,” terang dia. Itu membuat enam rumah di kawasan tersebut tergenang air. Genangan baru surut sekitar pukul 17.30.

LANGSUNG DIBERSIHKAN: Proses pembersihan material longsor di Jalan Provinsi Malang- Kediri di Desa Mulyorejo, Ngantang dituntaskan petugas kemarin sekitar pukul 04.00.
LANGSUNG DIBERSIHKAN: Proses pembersihan material longsor di Jalan Provinsi Malang- Kediri di Desa Mulyorejo, Ngantang dituntaskan petugas kemarin sekitar pukul 04.00.

Titik berikutnya yang terimbas bencana yakni Jalan Provinsi Malang-Kediri di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang. Dini hari kemarin (12/2) tebing dengan tinggi 10 meter dan lebar 4 meter longsor dan sempat menutup jalan. Butuh waktu 4 jam untuk pembersihan material. Evakuasi baru rampung sekitar pukul 04.00.

Hujan dengan intensitas tinggi sudah turun di sana sejak Rabu (11/2) malam sejak pukul 18.00. Hujan baru berhenti sekitar pukul 21.30. Beberapa jam setelahnya, sekitar pukul 00.30, warga mendapati tebing yang telah longsor.

“Karena jalan provinsi itu jalur utama mobilitas warga, jadi langsung kami evakuasi dini hari itu juga,” kata Sadono Irawan. Proses pembersihan material longsor cukup sulit karena medan yang gelap. Petugas mendatangkan ekskavator agar proses evakuasi bisa dipercepat.

Sekitar pukul 03.00, pembersihan sudah hampir selesai. Namun banyak mobil muatan sayur dan buah yang melintas. Sempat terjadi skema buka tutup untuk mobil barang yang melintas hingga pembersihan dinyatakan rampung 100 persen sekitar pukul 04.00.

Tingkat kerawanan bencana di wilayah Kecamatan Ngantang memang cukup tinggi. Terutama untuk bencana tanah longsor. Sebab, kondisi geografisnya berada di dataran tinggi. Sepanjang 2026 ini, sudah ada enam titik longsor di Kecamatan Ngantang.

Kepala BPBD Kabupaten Malang Purwoto menambahkan, paling tidak ada 17 kecamatan yang masuk area rawan bencana. Mulai dari angin kencang, banjir, hingga tanah longsor. "Untuk wilayah rawan bencana tetap sama, ada di daerah pesisir dan pegunungan," kata dia. (biy/aff/by)

Editor : A. Nugroho
#Banjir dan Longsor #Kabupaten Malang #BPBD Kabupaten Malang #Bencana