Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tebing 7 Meter Longsor, Kebun Pisang Milik Warga Lawang Tertimbun

Aditya Novrian • Sabtu, 14 Februari 2026 | 16:30 WIB
WARGA RUGI RP 10 JUTA: Proses pembersihan material longsor di Dusun Mendek, Desa Srigading, Kecamatan Lawang baru selesai kemarin siang, pukul 11.00. (BPBD Kabupaten Malang For Radar Kanjuruhan)
WARGA RUGI RP 10 JUTA: Proses pembersihan material longsor di Dusun Mendek, Desa Srigading, Kecamatan Lawang baru selesai kemarin siang, pukul 11.00. (BPBD Kabupaten Malang For Radar Kanjuruhan)

KABUPATEN - Tanah longsor kembali terjadi di Kabupaten Malang. Setelah Kecamatan Ngantang, bencana itu juga terjadi di Dusun Mendek, Desa Srigading, Kecamatan Lawang pada Kamis malam (12/2).

Tebing setinggi 7 meter dengan lebar 7 meter longsor dan menimpa jalan serta kebun warga. Akibatnya, akses jalan menuju kebun terputus dan sebagian kebun pisang milik warga tertimbun.

”Ada potensi longsor susulan dari tebing itu karena struktur tanahnya kurang padat,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan. Proses pembersihan material longsoran baru diselesaikan kemarin.

Saat ini titik longsor sudah ditutup terpal untuk menghalau air apabila hujan kembali turun. Total kerugian yang dialami warga sekitar dan perhitungan dari desa mencapai Rp 10 juta. Sebab, banyak pohon pisang warga yang siap panen berakhir terkubur.

Warga segera melakukan pembersihan longsoran sejak pukul 07.00 dan berakhir pada pukul 11.00 kemarin. Pembersihan dilakukan dengan alat seadanya.

Seperti menggunakan cangkul dan sekop. Sekitar 20 orang petugas gabung dari BPBD dan warga bahu membahu merampungkan pembersihan.

Aktivitas itu harus dilakukan cepat karena khawatir bakal turun hujan pada siang harinya. Selain tanah longsor, wilayah Kecamatan Lawang juga kerap dilanda banjir dan angin kencang.

Totalnya sepanjang tahun 2025 ada delapan kali bencana angin kencang dan tiga kali banjir. Sementara tanah longsor terjadi 10 kali dalam satu tahun.

”Kami imbau masyarakat untuk sementara mencari jalan alternatif lain,” tambah Sadono. Apalagi, ketika intensitas hujan masih tinggi seperti kemarin. Sebaiknya warga berlindung diri di rumah dan keluar apabila ada keperluan mendesak saja. (aff/by)

Editor : Aditya Novrian
#lawang #longsor #Kabupaten Malang