KABUPATEN - Tingkat inklusi pasar modal di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mengalami pertumbuhan positif. Itu bisa dilihat dari perkembangan single investor identification (SID).
Peningkatannya mencapai 32,42 persen secara year on year (yoy) berdasar data terbaru akhir November 2025. Di Kabupaten Malang, total SID sudah mencapai lebih dari 110 ribu investor pasar modal. Itu menjadikan Kabupaten Malang daerah kedua dengan peningkatan SID tertinggi setelah Kota Malang.
Peningkatannya cukup signifikan dibanding November 2024, yang masih di angka 81 ribu SID. ”Pertumbuhan positif itu berarti keyakinan investasi di wilayah kerja OJK Malang masih terjaga,” ujar Kepala OJK Malang Farid Faletehan.
Sebab, peningkatan SID itu juga selaras dengan bertambahnya jumlah nasabah agen penjual reksa dana (APERD). Total pertumbuhannya mencapai 20,84 persen secara yoy di seluruh wilayah kerja OJK Malang.
Total nasabah APERD saat ini berjumlah 42 ribu investor. Selain itu, nilai penjualan saham juga mengalami peningkatan. Total hingga saat ini sudah tumbuh 141 persen secara yoy.
Totalnya di seluruh wilayah kerja OJK Malang mencapai Rp 6,77 triliun dengan frekuensi 1,2 juta dan volume 15,8 juta. Secara keseluruhan, jumlah SID di wilayah kerja OJK Malang saat ini berjumlah 373,6 ribu orang.
Itu mengambil porsi 1,91 persen dari total SID nasional. Mencerminkan keyakinan investasi tidak tersentuh pengaruh dinamika global dan domestik. ”Pertumbuhan SID itu tak lepas dari program edukasi dan sosialisasi pasar modal yang berkelanjutan,” tambah mantan Kepala OJK Kabupaten Bangka Belitung itu.
Apalagi, mayoritas peminat saham saat ini yakni anak muda. Untuk wilayah Kabupaten Malang yang luas, sangat wajar porsinya mencapai peringkat dua terbanyak SID se wilayah kerja OJK Malang.
Mayoritas saham yang dibeli memang dimiliki perorangan atau pribadi. Kebanyakan investor bermain pasar modal melalui aplikasi seperti Bibit, Stockbit, atau Bitcoin. Jenis saham yang dibeli cukup beragam, mengikuti tren yang berlaku di pasar.
Farid mengimbau kepada anak muda yang gemar bermain saham untuk tetap berhati-hati. Sebab, saham merupakan investasi yang bersifat tinggi keuntungan, namun juga tinggi risiko.
”Pastikan nominal yang dipakai untuk bermain saham adalah jumlah uang yang diikhlaskan alias tidak apa-apa kalau hilang atau biasa disebut uang dingin,” pungkasnya. (aff/by)
Disunting kembali oleh Intan Nurlita Dewi
Editor : Aditya Novrian