KEPANJEN – Hujan deras disertai angin yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang sejak Jumat malam (13/2) memicu kerusakan pada sejumlah rumah warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat tiga kejadian atap rumah ambruk dalam sehari pada Sabtu (14/2). Total kerugian ditaksir mencapai Rp45 juta.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di tiga kecamatan berbeda. Kejadian pertama dilaporkan di Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit sekitar pukul 07.00. Selanjutnya di Desa Bendosari, Kecamatan Pujon pada pukul 16.00, dan terakhir di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan pada pukul 19.00.
Menurut Sadono, hujan dengan intensitas tinggi sudah turun sejak Jumat malam sekitar pukul 19.00. “Hujannya deras dan disertai angin. Di beberapa wilayah baru berhenti pagi hingga siang hari,” ujarnya kemarin.
Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap belakang rumah. Ada pula bangunan yang hampir seluruh atapnya roboh. Dari hasil pendataan sementara, penyebab utama kerusakan adalah rangka atap kayu yang sudah lapuk sehingga tidak mampu menahan beban saat diguyur hujan terus-menerus. ”Rangka dan konstruksi atap yang sudah rapuh akhirnya ambruk saat terkena hujan,” imbuh Sadono.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, sejumlah penghuni rumah terdampak harus sementara mengungsi ke rumah tetangga dan kerabat terdekat. BPBD bersama warga setempat langsung melakukan pembersihan material bangunan yang roboh.
Di Desa Sitiarjo, warga bahkan segera melakukan pembenahan dengan menurunkan genting yang tersisa dan memperbaiki kerangka atap. BPBD juga menyalurkan bantuan darurat berupa pakaian, makanan siap saji, kompor, kasur, dan sembako. ”Kami sudah kirim bantuan logistik untuk korban di Sitiarjo,” kata Sadono.
BPBD pun mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. Terutama dengan memeriksa kondisi konstruksi rumah agar risiko kerusakan dapat diminimalkan. (biy/adn)
Baca Juga: Jangan Abaikan, Ini Tiga Penyakit Autoimun yang Sering Terlambat Terdeteksi
Disunting ulang oleh Marsha Nathaniela
Editor : Aditya Novrian