SUMBERPUCUNG - Perlahan, akses jalan menuju Jembatan Garuda Termangu (Desa Ternyang, Sumberpucung - Mangunrejo, Kepanjen) mulai membaik. Beberapa hari lalu, pembangunan jalan menuju jembatan gantung tersebut sudah dilakukan di dua sisi.
Kini, hanya tinggal menyisakan sisi timur untuk dibangun. Hal itu disampaikan Kepala Desa (Kades) Ternyang Didik Santoso kemarin (17/2). Dia mengatakan walau namanya Ternyang-Mangunrejo, tapi secara kewilayahan, di dua sisi jembatan itu masuk Dusun Turus, Desa Ternyang.
Jadi dua sisi ada di bawah kewenangannya. Selain itu, sumber pendanaan dan siapa yang mengerjakan dua sisi jalan tersebut berbeda.
”Di sisi barat dikerjakan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang. Kalau di sisi timur oleh Yayasan Proyek Nata Agung,” terang Didik. Sayang, pihaknya tidak mengetahui besaran anggaran dari dua penggarap itu.
Didik menambahkan, di kedua sisi itu berbeda jenis konstruksinya. Di sisi barat menggunakan batu paving. Sementara di timur pakai cor rabat beton. Perbedaan penanganan tersebut menyesuaikan dengan kondisi tanah di masing-masing tempat.
”Kalau di barat ini tanahnya labil dan bisa bergerak. Apabila ada amblesan jalan bisa lebih mudah diperbaiki,” imbuhnya. Untuk pekerjaan di sisi barat kini sudah rampung. Diketahui pekerjaan sudah berlangsung sejak tanggal 3 Februari lalu dan selesai di tanggal 5 Februari.
Itu juga terlihat dalam pengamatan wartawan koran ini di lokasi, kemarin (17/2). Jalan paving sepanjang 380 meter dan lebar 3 meter itu sudah terbangun dari ujung jalan beton desa menuju tepian sungai. Sementara di sisi timur, sifatnya hanya menyambung cor beton yang sudah masuk ke wilayah hutan.
Didik menyebut di sisi timur baru mulai pekerjaan. Dengan loading material sekitar dua hari lalu. Sembari dibangun, pihaknya juga menyiapkan rencana wisata di sekitar jembatan tersebut
Didik merencanakan di sekitar jembatan bakal dibangun arena outbond, bumi perkemahan dan sarana wisata lain. Tapi, hal itu masih harus dirapatkan bersama BUMDes setempat selaku calon pengelola.
”Perkiraan pekan depan sudah rapat, nanti juga akan dibahas soal berapa personel yang mengatur lalu lintas penyeberangan di jembatan itu,” ujar dia. Itu masuk dalam pembahasan lantaran jembatan gantung berlantai kayu itu hanya bisa dilewati bergantian. Sebanyak tiga orang dari masing-masing sisi dan satu sepeda motor dari satu sisi dalam setiap penyeberangan. (biy/by)
Editor : A. Nugroho