PUJON – Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Susu Sinau Andandani Ekonomi (SAE) Pujon tahun buku 2025 yang digelar 12 Februari 2026 berlangsung semarak dan penuh optimisme. Koperasi kebanggaan warga Pujon itu kembali menunjukkan perannya sebagai penopang utama ekonomi kerakyatan di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
Hal itu bisa dilihat dari capaian kinerja selama tahun 2025. Di antaranya, produksi susu dari target 108 ton/hari terealisasi 122 ton/hari, Kemudian aset yang pada tahun 2024 Rp 149 miliar, tahun 2025 menjadi Rp 171 miliar atau naik Rp 22 miliar. Begitu juga dengan Sisa Hasil Usaha (SHU), tahun 2024 Rp 4,070 miliar, pada tahun 2025 menjadi Rp 4,949 miliar atau bertambah Rp 879 juta. Sedangkan populasi sapi tahun 2024 sebanyak 20.084 ekor, tahun 2025 sebanyak 23.292 ekor. Bahkan perputaran uang di Pujon dari Koperasi Susu SAE ini diperkirakan bisa mencapai Rp 35 miliar setiap bulannya.
Ketua Umum Koperasi SAE Pujon H.M. Ni’am Shofi menegaskan, Koperasi Susu SAE Pujon bisa terus tumbuh berkat kekompakan dan kepatuhan seluruh anggotanya. Hal ini menurut dia harus terus dijaga dan ditingkatkan. Alasan dia karena koperasi ini adalah milik bersama seluruh anggota. Karena itu, maju mundurnya lembaga sangat ditentukan oleh komitmen anggota. “Koperasi ini milik panjenengan. Apik elek e yo tergantung panjenengan,” katanya saat memberi sambutan.
Dalam kesempatan itu, dia Koperasi Susu SAE yaitu Bapak H. Kalam Tirto Raharjo. Karena tanpa perjuangan dia beliau, tidak mungkin Koperasi Susu SAE Pujon menjadi sebesar ini. “Jadi kalau ingin hidup bahagia, jangan lupakan ibadah dan sejarah,” pesannya.
Ni’am juga menyampaikan mengingat kondisi saat ini harga bahan baku Saeprofeed naik, seharusnya harga jual ke anggota naik Rp 200 menjadi Rp 4.400/kilogram, namun mengingat kebutuhan anggota cukup tinggi menjelang bulan Ramadan, maka pengurus dan manajer mengadakan rapat dan memutuskan harga Saeprofeed untuk anggota tidak dinaikkan tetap Rp 4.200/kilogram. Selain itu menjelang Puasa Ramadan, Koperasi SAE membagikan simpanan sukarela anggota hampir Rp 17 miliar.
Pembagian dilakukan sebelum bulan puasa agar anggota bisa menyambut Ramadan dengan penuh kebahagiaan. Berikutnya juga menyalurkan sembako untuk sedekah Lebaran. Yang mana, setiap anggota menerima 25 kilogram beras, 5 kilogram gula, dan 2 liter minyak goreng yang diberikan sebanyak 7.125 paket. Untuk Tahun depan, jatah beras direncanakan naik menjadi 50 kilogram,” janjinya disambut tepuk tangan para anggota peserta RAT.
Kemudian sebagai bentuk penghormatan kepada pendiri Koperasi Susu SAE, koperasi memberikan sumbangan kepada 60 masjid di Kecamatan Pujon yang masing-masing menerima bantuan Rp 2,5 juta atas nama almarhum H. Kalam Tirto Raharjo. “Berkat Abah Kalam, Koperasi ini bisa membangun seperti ini. Beliau pejuang. Bahkan pernah menjual aset pribadi untuk membangkitkan koperasi,” ujar Ni’am. Saat ini Koperasi SAE terang di dalam bersinar di luar berkat kekompakan pengurus, pengawas, manajer dan jajaran manajemen.
Sementara itu menurut Sekretaris ketua 1 Koperasi Susu SAE Hariyanto, dalam RAT kemarin secara aklamasi menetapkan pengurus dan pengawas periode 2026–2028. Pemilihan berikutnya dijadwalkan 2029 yaitu pemilihan serempak pengurus dan pengawas masa bakti 5 tahun per periode. Hal ini amanah dari Perubahan Anggaran Dasar pada tanggal 16 Juni 2025 yang lalu. Untuk kekosongan jabatan Ketua II diputuskan tidak dilakukan penambahan, sehingga personel pengurus tetap 4 orang dan personel pengawas 3 orang.
Berikutnya, juga ditetapkan aturan internal yang berupa kewajiban anggota untuk menjual sapi induk, dara, pedet betina dan jantan ke koperasi. Untuk sapi dara dan pedet betina bertujuan untuk meringankan beban perawatannya. Selanjutnya koperasi akan memelihara pedet itu hingga siap memproduksi susu. “Dan nanti ditawarkan lagi kepada penjualnya apakah ingin membeli atau tidak,” terang Hariyanto. (lid)
Editor : A. Nugroho