KABUPATEN - Permintaan bahan pokok penting (bapokting) dalam beberapa hari terakhir makin meningkat. Akibatnya, harga beberapa bahan pangan di pasaran terpantau naik. Dari pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan di Pasar Singosari, tampak harga beberapa komoditas mulai naik.
Seperti cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam. Kenaikan harga itu juga umumnya dipicu acara prepekan atau megengan sebelum Ramadan.
”Beberapa waktu lalu harga cabai rawit masih Rp 85 ribu per kilogram, hari ini (kemarin) langsung naik lagi jadi Rp 100 ribu,” ujar Erna, salah satu pedagang di Pasar Singosari.
Dia mengaku bahwa stok di tengkulak juga mulai langka. Harganya melambung karena banderol dari petani sudah tinggi. Erna berkata, cuaca yang buruk menjadi pengaruh besar. Sebab, hasil panen cabai yang biasanya terjadi akhir Januari lalu banyak yang gagal.
Selain itu, kondisi pupuk yang mahal juga menjadi pertimbangan petani untuk menjualnya lebih mahal. Selain cabai rawit, terpantau harga bawang merah juga mengalami kenaikan. Harga normalnya berkisar Rp 30 ribu. Sementara kemarin sudah mencapai Rp 35 ribu.
Di lain sisi, harga daging ayam ras juga ikut mengalami kenaikan. Kemarin, terpantau untuk satu kilogram daging ayam seharga Rp 42 ribu. Padahal biasanya hanya Rp 33 ribu. ”Kenaikan daging ayam ini sudah lama, karena banyak peternak yang ayamnya mati terkena penyakit,” ujar Martiana, pedagang daging ayam di Pasar Singosari.
Selain itu juga banyak peternak yang mengeluh harga pakan ayam makin mahal. Itu sedikit banyak berpengaruh pada harga daging ayam di pasaran. Berdasar pantauan di Sistem Informasi Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok (SI-Harkepo) Kabupaten Malang, cabai rawit tercatat mengalami kenaikan Rp 15 ribu. Sebelumnya rata-rata harga di pasaran masih Rp 85 ribu. Kemarin rata-rata di pasaran sudah mencapai Rp 950 ribu.
Di tempat lain, Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang Astri Lutfiatunnisa mengaku stok cabai memang menipis. Selain faktor cuaca yang mengurangi hasil panen, jadwal panen cabai sudah lewat satu bulan lalu. Itu menjadikan stok cabai makin langka.
”Kami terus pantau harga di pasaran dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar harga cabai tidak melambung lebih tinggi lagi,” papar Astri. Pihaknya saat ini sedang merumuskan skema untuk mengintervensi harga cabai bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Dinas Ketahanan Pangan (Dispangtan). (aff/by)
Editor : A. Nugroho