SUMAWE - Sejak Selasa siang (17/2), OPR, 13, bocah asal Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) dinyatakan hilang. Keberadaannya tidak diketahui setelah bermain di saluran irigasi di RT 2/RW 1, Desa Druju.
Kapolsek Sumawe Iptu Cahyo Wiyono menjelaskan, korban diketahui bermain di saluran irigasi tersebut sekitar pukul 13.30. Korban tidak sendirian. Dia turut bermain bersama teman-temannya. Yaitu FJ, dan EL, 13,
Juga MBR, adik korban yang masih berusia 9 tahun. “Lokasinya itu bukan saluran irigasi di dalam perkebunan, tapi pinggir jalan di RT 2/RW 1, Desa Druju. Kedalamannya sekitar 60 sentimeter,” kata Cahyo.
Dia menambahkan, saat itu hujan sedang turun deras-derasnya. Empat bocah tersebut bermain air hujan, dan awalnya tidak bermain di dalam saluran irigasi tersebut. Mereka hanya bermain di tepian.
Saat itu korban duduk di atas irigasi saluran air itu. Kakinya diayun-ayunkan ke air yang saat itu sedang mengalir deras. Sedangkan tiga temannya bermain air tidak jauh dari korban.
Pukul 13.45, korban menghilang dari tempat dia duduk. Teman-temannya tidak melihat bagaimana dia menghilang. Tapi, mereka memperkirakan bahwa korban terseret arus air irigasi. Sebab, sebelumnya kaki korban menyentuh air di dalam saluran tersebut.
Setelah itu, kepanikan pun terjadi. Adik korban, MBR, sempat berupaya mencari korban dengan menyusuri saluran air. Tapi dia tak mendapati keberadaan saudaranya itu. “Penyisiran sempat dilakukan tim relawan MSR (Malang Selatan Rescue) sampai jelang Sungai Lesti, juga tidak ketemu,” ujar Cahyo.
Pencarian secara gabungan pun dilaksanakan lagi, kemarin (18/2). Melibatkan Basarnas Surabaya, MSR, BPBD, dan PMI Kabupaten Malang. Anggota Search and Rescue (SAR) lokal juga ambil bagian.
“Total hari ini (kemarin) yang turun dalam pencarian sebanyak 40 orang,” kata Komandan Tim (Dantim) Basarnas Surabaya Imam Nahrowi. Namun, pihaknya belum menjelaskan detail pencariannya dilakukan seperti apa.
Kemarin sampai pukul 13.55, Jawa Pos Radar Kanjuruhan belum mendapat perkembangan apakah korban sudah ditemukan atau belum. (biy/by)
Editor : A. Nugroho