KEPANJEN - Ikan hasil tangkapan nelayan sepanjang tahun lalu cukup memuaskan. Melebihi target yang disematkan Pemkab Malang. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring menyebut, tahun lalu, perolehan tangkapan ikan nelayan sekitar 28.542 ton.
Sementara targetnya 23.000 ton. Beranjak dari angka itu, tahun ini jumlah targetnya ditingkatkan. “Target perikanan tangkap pada 2026 berjumlah 29.826 ton,” ujar Victor, beberapa waktu lalu.
Dia menjelaskan, lonjakan terbesar produksi perikanan tangkap berasal dari jenis ikan layur. Pada 2024 lalu, produksinya hanya 1.500 ton. Sedangkan pada 2025 lebih dari 5.000 ton. Tahun ini, produksinya diharapkan semakin meningkat.
“Selama ini, layur ada di perairan Pacitan. Sekarang mereka migrasi ke perairan Pujiharjo, Tirtoyudo. Sehingga perkembangan nelayan penangkap layur di sana begitu pesat,” imbuhnya. Kapal nelayan di desa tersebut juga semakin banyak. Dari yang sebelumnya hanya 30 unit, bertambah menjadi 320 unit kapal.
Dengan perkembangan tersebut, Desa Pujiharjo sudah ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menjadi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Letak persebaran ikan layur yang jauh di tengah laut pun dianggap menguntungkan. Terkadang, ombak tinggi hanya ada di dekat pantai. Sedangkan di tengah laut, ombak lebih tenang.
Nelayan juga sudah memiliki alat untuk mengamati kondisi alam. Seperti fish finder yang memiliki Global Positioning System (GPS) dan HT untuk komunikasi antar-nelayan. “Tangkapan ikan-ikan besar seperti tuna memang menurun, tetapi ikan pelagis lainnya seperti ikan layur dan lemuru meningkat,” ujarnya.
Sehingga masih bisa memenuhi target produksi perikanan tangkap. Titik pendaratan ikan pun tidak hanya di TPI Sendangbiru, Tambakrejo. Terdapat 12 titik pendaratan ikan lainnya yang bisa diandalkan untuk mendongkrak produksi perikanan tangkap. Yakni di Pantai Licin, Pujiharjo, Wediawu, Lenggoksono, Sidoasri, Tamban, Ungapan, Kondang Merak, Banjarejo, Ngliyep, dan Nglurung.
Sementara itu, untuk mencapai target, ada berbagai upaya yang dilakukan pemkab. Seperti peningkatan sarana dan prasarana tangkap nelayan. Baik melalui program bantuan pemerintah maupun melalui perbankan. Di antaranya melalui program perbaikan perahu yang usang dan bantuan peralatan penangkapan lengkap hingga cool box-nya. (yun/by)
Editor : A. Nugroho