KEPANJEN - Sejak Desember 2025 lalu, Griya Batik Seng di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen sudah mendapat pesanan untuk Hari Raya Idul Fitri, bulan depan. Kemarin (19/2), tim Griya Batik Seng membagi tugas untuk menyelesaikan pesanan-pesanan yang terus berdatangan. Ada yang mencanting, mewarna, hingga menjemur kain yang sudah selesai.
Penanggung Jawab Griya Batik Seng Evi Wahyu Astutik menyebut, total pesanan yang bakal diambil sebelum Hari Raya Idul Fitri berjumlah sekitar 1.000 lembar kain. Dari total itu, 200 lembar sudah terselesaikan.
“Saat ini, kami harus menyelesaikan 800 lembar kain. Mulai dari udeng, selendang, dan kain untuk pakaian. Karena itu kami sudah close order untuk pesanan yang diambil sebelum hari raya,” ujar dia, kemarin.
Pesanan tersebut harus dituntaskan tujuh hari sebelum hari raya. Namun, jika ada kondisi tertentu, setidaknya tiga hari sebelum hari raya sudah selesai. Meski tidak menerima pesanan untuk diambil sebelum hari raya, pihaknya tetap menyediakan kain batik yang ready stock di galeri.
Pesanan yang datang ke mereka berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari perorangan, lembaga swasta, hingga instansi pemerintah. Mereka rata-rata berasal dari Malang Raya. Ada juga pesanan dari luar Kabupaten Malang yang memesan melalui marketplace. “Keluarga yang memesan kain batik untuk seragam saat hari raya juga ada. Termasuk bentuk selendang. Khusus pesanan untuk hari raya ada sekitar 200 lembar,” kata Evi.
Motif untuk hari raya tersebut rata-rata motif natural khas Kabupaten Malang. Seperti ikan sebagai ikon Malang selatan, bunga, dan gambar lain sesuai permintaan konsumen. Namun, untuk instansi pemerintah, biasanya memesan motif garudeya yang menjadi ikon Kabupaten Malang. Motif tersebut terkesan lebih formal dibanding motif natural lainnya.
Cuaca buruk menjadi tantangannya saat mengerjakan pesanan. Sebab, proses produksinya memerlukan panas matahari ketika tahap penjemuran. Untuk mengatasinya, dia memanfaatkan ruang workshop (indoor). Namun, itu hanya dilakukan ketika mendung atau hujan. (yun/by)
Editor : A. Nugroho