KEPANJEN - Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) menjadi salah satu sektor yang diandalkan untuk menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Targetnya tahun ini senilai Rp 164,96 miliar. Target tersebut menjadi yang tertinggi kedua setelah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
“Opsen PKB sudah terealisasi Rp 19,62 miliar atau tercapai 11,9 persen,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara, kemarin. Untuk mencapai target itu, Bapenda aktif turun langsung ke masyarakat. Seperti lewat kegiatan operasi gabungan (opsgab) maupun jemput bola Malang selatan (jempol mase).
Contohnya dilakukan kemarin, saat kegiatan jempol mase dilaksanakan di RSUD Kanjuruhan pada pukul 09.00 sampai 12.00. Ada dua layanan yang diberikan. Yakni pengesahan STNK tahunan dan pembayaran PKB tahunan.
Untuk menerima layanan tersebut, masyarakat perlu membawa kartu identitas asli, STNK asli, serta identitas harus sama. “Kami turun langsung ke masyarakat untuk meningkatkan ketertiban. Seperti ke pabrik, RSUD, dan pasar,” tambah Made.
Kegiatan lainnya yakni opsgab yang beberapa waktu lalu digelar di depan Pasar Kepanjen. Dalam opsgab tersebut, tim dari UPTD Malang Selatan Bapenda Provinsi Jawa Timur, Bapenda Kabupaten Malang, dan Polres Malang memeriksa ketaatan pajak pengendara kendaraan bermotor. Secara acak, mereka memeriksa bukti pembayaran PKB di STNK.
Petugas juga menyediakan pelayanan pembayaran pajak di tempat untuk memudahkan masyarakat. Bagi yang taat membayar pajak sekaligus semua perangkat di kendaraan lengkap dan berstandar, pihaknya memberikan reward berupa helm.
Dalam memaksimalkan pemungutan pajak tersebut, Made menyebut harus ada sinergi antara Pemkab Malang dan Pemprov Jatim. Seperti Pemkab Malang yang harus menyiapkan anggaran untuk giat pemenuhannya sebesar 3 persen dari target. Itu tercantum dalam SE Gubernur Jatim nomor 900.1.13/26405/202/2024. “Opsgab itu juga sebagai bentuk sinergi kami dengan bapenda provinsi. Kami juga belajar dari mereka. Itu pertama kalinya kami ikut menagih PKB,” pungkasnya. (yun/by)
Editor : A. Nugroho