MALANG – Rencana pembangunan tol Malang–Kepanjen masih terus dimatangkan. Proyek yang diproyeksikan memperkuat konektivitas wilayah selatan Malang Raya itu membutuhkan anggaran besar, baik untuk konstruksi maupun pembebasan lahan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, estimasi biaya pembangunan tol mencapai sekitar Rp 10,7 triliun. Nilai tersebut belum termasuk kebutuhan pembebasan lahan yang juga cukup signifikan.
Baca Juga: Daftar Daerah yang Akan Dilintasi Tol Malang-Kepanjen dan Dampaknya bagi Malang Raya
Pemkab juga mencatat, kebutuhan dana untuk pembebasan lahan diperkirakan berada di kisaran Rp 2 triliun hingga Rp 3 triliun. Menyesuaikan panjang trase yang diproyeksikan sekitar 30 kilometer.
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar Anwar menyebut dokumen feasibility study (FS) masih dikaji ulang karena nilai investasinya tergolong tinggi.
"Sekitar Rp 10,7 triliun,” ujarnya beberapa waktu lalu kepada wartawan Jawa Pos Radar Malang.
Secara perencanaan, tol ini akan menjadi kelanjutan ruas Pandaan–Malang dan membentang dari Madyopuro hingga Kepanjen. Trase diproyeksikan melintasi sejumlah kecamatan, di antaranya Kedungkandang, Bululawang, dan Gondanglegi. Kehadiran tol diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus membuka akses ekonomi kawasan selatan Kabupaten Malang.
Baca Juga: Tol Malang-Kepanjen: Update Rencana Pembangunan dan Kapan Terealisasi
Meski sudah masuk dokumen perencanaan daerah, realisasi proyek masih menunggu penyempurnaan studi dan kepastian skema pendanaan. Pemerintah pusat menargetkan tol Malang–Kepanjen dapat beroperasi sekitar 2030 dengan tahapan lanjutan seperti survei dan desain dasar dijalankan bertahap dalam beberapa tahun ke depan.
Pemkab Malang menyatakan siap mendukung proyek strategis tersebut, terutama dalam penyiapan lahan dan koordinasi lintas wilayah. Namun, kepastian eksekusi tetap bergantung pada finalisasi kajian teknis serta komitmen pendanaan dari pemerintah pusat dan investor.
Editor : Aditya Novrian