Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dua Jenazah Ditemukan di Bendungan Sengguruh Kepanjen, Diduga Terseret Arus Irigasi

Aditya Novrian • Senin, 23 Februari 2026 | 17:30 WIB

EVAKUASI: Petugas BPBD Kabupaten dan relawan membawa jenazah remaja yang ditemukan di Bendungan Sengguruh, Jumat (20/2) lalu. (BPBD Kabupaten Malang for Radar Kanjuruhan)
EVAKUASI: Petugas BPBD Kabupaten dan relawan membawa jenazah remaja yang ditemukan di Bendungan Sengguruh, Jumat (20/2) lalu. (BPBD Kabupaten Malang for Radar Kanjuruhan)

KEPANJEN – Warga di sekitar Bendungan Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, dibuat geger sejak Jumat (20/2) hingga kemarin pagi (22/2). Dalam kurun tiga hari, ditemukan dua jenazah di lokasi tersebut. Masing-masing bayi perempuan dan seorang anak laki-laki yang sebelumnya dilaporkan hanyut.

Kapolsek Kepanjen Kompol Subijanto mengatakan, penemuan terbaru terjadi kemarin pagi sekitar pukul 07.00. Jenazah bayi ditemukan di sisi utara bendungan setelah petugas keamanan bendungan, Agung Prayoga (34), menerima laporan warga.

”Pelapor mendapat informasi dari warga terkait temuan yang diduga mayat bayi di tepi bendungan,” ujarnya.

Baca Juga: Unit Siaga SAR Malang Raya Perluas Pencarian Bocah 10 Tahun hingga Bendungan Sengguruh

Subijanto bersama dua warga kemudian menuju lokasi, tepatnya di area sandaran kapal milik Perum Jasa Tirta I. Bersama petugas, jenazah bayi tersebut selanjutnya dievakuasi.

TITIK PENEMUAN: Personel Polsek Kepanjen menunjuk lokasi penemuan jenazah bayi di Bendungan Sengguruh kemarin (22/2). (Polsek Kepanjen for Radar Kanjuruhan)
TITIK PENEMUAN: Personel Polsek Kepanjen menunjuk lokasi penemuan jenazah bayi di Bendungan Sengguruh kemarin (22/2). (Polsek Kepanjen for Radar Kanjuruhan)

Dari pemeriksaan awal, bayi berjenis kelamin perempuan dengan panjang tubuh sekitar 34 sentimeter. Polisi belum dapat memastikan usia bayi saat meninggal.

”Untuk perkiraan usia harus menunggu keterangan medis. Kasus ini masih kami dalami,” tegasnya.

Hingga kemarin sore, jenazah bayi berada di Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD Kanjuruhan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sebelumnya, penemuan jenazah juga terjadi pada Jumat siang (20/2). Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, pihaknya mengevakuasi jenazah pada pukul 13.42.

Saat ditemukan, posisi jenazah berada di antara tanaman eceng gondok di aliran Sungai Lesti yang masuk ke bendungan.

”Tepatnya di aliran Sungai Lesti yang bermuara ke bendungan. Saat itu jenazah tanpa identitas,” jelasnya.

Identitas korban akhirnya terungkap pada Sabtu (21/2). Jenazah tersebut adalah Ockta Puji Raharjo (13), warga Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus irigasi pada 17 Februari.

Komandan Tim Basarnas Surabaya Imam Nahrowi membenarkan hasil identifikasi tersebut. Kepastian diperoleh dari pencocokan sidik jari korban dengan cap tiga jari pada ijazah milik korban.

”Dari hasil pemeriksaan sidik jari diyakini jenazah tersebut adalah Ockta,” ujarnya.

Jenazah korban telah dipulangkan ke rumah duka di Sumbermanjing Wetan pada Sabtu pagi (21/2) dan langsung dimakamkan. (biy/adn)

Disunting Kembali: Diva Ayu Herdianasari

Editor : Aditya Novrian
#penemuan #bendungan sengguruh #Dua Jenazah