Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Selama Ramadan, Sekolah Rakyat Singosari Kurangi Jam Belajar 10 Menit dan Tambahan Kegiatan Religi

Aditya Novrian • Senin, 23 Februari 2026 | 19:20 WIB

Siswa Sekolah Rakyat Alami Penyesuaian Jam Pembelajaraan Selama Ramadan. (Indah Mei Yunit)
Siswa Sekolah Rakyat Alami Penyesuaian Jam Pembelajaraan Selama Ramadan. (Indah Mei Yunit)

SINGOSARI – Setelah libur sepekan, pembelajaran di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 47 Malang yang berada di kawasan Balai Latihan Kerja (BLK) Singosari dimulai hari ini (23/2). Kemarin (22/2), para siswa telah kembali ke asrama paling lambat pukul 16.00.

Kepala SR Terintegrasi 47 Malang Warsito menyampaikan, selama Ramadan akan ada penambahan kegiatan untuk memperkuat karakter religius siswa. ”Kegiatannya meliputi salat tarawih, tadarus, bagi takjil, dan buka bersama,” ujarnya.

Jam pembelajaran juga mengalami penyesuaian. Untuk jenjang SD dibagi berdasarkan fase, yakni fase A untuk kelas 1 dan 2, fase B untuk kelas 3 dan 4, serta fase C untuk kelas 5 dan 6. Sementara itu, jenjang SMA berlangsung pukul 08.00–14.45. ”Jam belajarnya dikurangi 10 menit dari biasanya,” kata Warsito.

Berbeda dengan sekolah reguler yang menerapkan Kurikulum Merdeka, SR menggunakan kurikulum tailor made. Kurikulum ini merupakan kurikulum nasional yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Baca Juga: Libur Awal Ramadan Sekolah Rakyat di Kabupaten Malang Tunggu Surat Keputusan Kemensos

Artinya, pembelajaran tidak diseragamkan, tetapi dirancang lebih personal dan efektif. Warsito menjelaskan, setiap siswa memiliki bakat berbeda yang perlu didorong dan dikembangkan. Tujuannya, agar lulusan siap melanjutkan pendidikan maupun langsung masuk dunia kerja.

Sejumlah aspek menjadi penekanan pembelajaran, seperti digitalisasi, kepemimpinan, dan kewirausahaan. Dengan demikian, lulusan SR diharapkan memiliki bekal menghadapi dunia luar. ”Misalnya siswa tidak melanjutkan kuliah, mereka sudah punya bekal untuk bekerja maupun berwirausaha,” imbuhnya.

Penerapan kurikulum tersebut juga memungkinkan skema multi-entry dan multi-exit, sehingga siswa dapat masuk atau keluar pada jenjang berbeda sesuai capaian belajar. Meski pembelajaran perdana dimulai akhir September 2025, pada semester kedua ritmenya bisa disejajarkan dengan SR rintisan lain karena kurikulum tailor made tidak memiliki linimasa seketat sekolah reguler. (yun/adn)

Disunting Kembali: Diva Ayu Herdianasari

Editor : Aditya Novrian
#ramadhan #penyesuaian pembelajaran Ramadan #Jam pelajaran